Disnaker Bandung Genjot Program Magang dan Penempatan Kerja ke Jepang

  • 19 Jun 2026 10:38 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung terus memperkuat berbagai program penyerapan tenaga kerja guna menekan angka pengangguran. Selain memperbanyak pelaksanaan job fair, Disnaker kini mengoptimalkan program pemagangan serta penempatan tenaga kerja ke luar negeri sebagai solusi bagi pencari kerja.

‎Kepala Disnaker Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, mengatakan program pemagangan menjadi salah satu strategi efektif untuk menjembatani kebutuhan industri dengan kompetensi para pencari kerja.

‎Menurut Yayan, perkembangan dunia industri yang semakin dinamis menuntut tenaga kerja memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Karena itu, program magang dirancang agar peserta dapat memperoleh pengalaman kerja sekaligus meningkatkan kemampuan yang dibutuhkan dunia usaha.

‎"Melalui program pemagangan yang dibiayai pemerintah, peserta mendapatkan bantuan transportasi dan pendampingan instruktur. Dengan begitu, industri terbantu dan pencari kerja juga memperoleh pengalaman kerja yang berharga," ujar Yayan, Jumat 19 Juni 2026.

‎Disnaker Kota Bandung membuka peluang kerja sama dengan berbagai sektor industri, termasuk perhotelan dan restoran, untuk memperluas cakupan program pemagangan. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses penyerapan tenaga kerja sekaligus meningkatkan kesiapan lulusan memasuki dunia kerja.

‎Yayan menilai program magang memiliki prospek yang sangat baik karena peserta dapat langsung beradaptasi dengan lingkungan kerja dan memperoleh keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

‎Selain program magang, Disnaker juga mengintensifkan sosialisasi program penempatan tenaga kerja ke luar negeri, khususnya ke Jepang yang hingga saat ini masih membutuhkan tenaga kerja Indonesia dalam jumlah besar.

‎Menurutnya, peluang kerja di Jepang selama ini lebih banyak dimanfaatkan oleh masyarakat dari sejumlah daerah di Jawa Barat seperti Ciamis, Tasikmalaya, Bandung Barat, Indramayu, dan Cirebon. Karena itu, pihaknya mendorong warga Kota Bandung agar lebih berani memanfaatkan kesempatan tersebut.

‎Sebagai bentuk dukungan, pemerintah memberikan subsidi pelatihan yang cukup besar bagi calon pekerja migran. Pelatihan tersebut mencakup pembelajaran bahasa Jepang, budaya kerja, hingga peningkatan keterampilan teknis yang dibutuhkan oleh perusahaan di negara tujuan.

‎"Hampir Rp10 juta sampai Rp15 juta kami subsidi untuk belajar bahasa Jepang, budaya kerja, dan keterampilan lainnya sebelum diberangkatkan," katanya.

‎Ia menjelaskan, tenaga kerja yang bekerja di luar negeri umumnya menjalani kontrak selama tiga hingga lima tahun. Setelah kembali ke Indonesia, mereka tidak hanya membawa penghasilan, tetapi juga pengalaman, keterampilan, serta budaya kerja yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah asal.

‎Untuk memperluas akses masyarakat terhadap peluang kerja internasional, Disnaker Kota Bandung juga menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga pelatihan dan perguruan tinggi, salah satunya Universitas Teknologi Bandung. Kerja sama tersebut membuka kesempatan bagi generasi muda untuk bekerja sambil menempuh pendidikan di luar negeri.

‎Yayan berharap program pemagangan dan penempatan tenaga kerja ke luar negeri dapat menjadi alternatif yang menjanjikan bagi generasi muda Kota Bandung dalam memperoleh pekerjaan yang layak, sekaligus meningkatkan daya saing mereka di tingkat global.

‎"Harapannya, semakin banyak anak muda Kota Bandung yang memanfaatkan peluang ini untuk meningkatkan kompetensi dan memperoleh pengalaman kerja yang dapat menjadi bekal masa depan," tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....