APINDO,Dunia Usaha Pertahankan Tenaga Kerja di tengah Perlambatan Ekonomi
- 19 Jun 2026 13:09 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Di tengah kondisi perekonomian yang masih menghadapi berbagai tantangan dan pertumbuhan ekonomi yang cenderung melambat, kalangan dunia usaha di Kota Bandung kini lebih memprioritaskan upaya mempertahankan tenaga kerja yang sudah ada dibandingkan melakukan pengurangan karyawan.
Ketua Dewan Pimpinan Kota (DPK) APINDO Kota Bandung, Ahmad Kosim Asmari, mengatakan bahwa saat ini sebagian besar pelaku usaha berada pada fase bertahan menghadapi ketidakpastian ekonomi. Karena itu, menjaga keberlangsungan usaha sekaligus mempertahankan tenaga kerja menjadi fokus utama perusahaan.
"Saat ini kita semua bertahan. Jadi bertahan tanpa mengurangi tenaga kerja dan mempertahankan yang ada. Salah satu upaya yang dilakukan adalah kolaborasi dengan Disnaker Kota Bandung, di mana para pelaku usaha tidak perlu mencari tenaga kerja secara manual karena pemerintah telah menyediakan wadah," ujar Ahmad Kosim Asmari, Jumat 19 Juni 2026.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan dunia usaha melalui berbagai program ketenagakerjaan, termasuk penyelenggaraan bursa kerja atau job fair, memberikan manfaat besar bagi perusahaan maupun para pencari kerja. Program tersebut dinilai mampu mempertemukan kebutuhan industri dengan ketersediaan tenaga kerja secara lebih efektif.
Ahmad menjelaskan, salah satu contoh keberhasilan program tersebut terlihat pada pelaksanaan bursa kerja di wilayah Cibiru. Dari sekitar 1.000 peluang kerja yang tersedia, sebanyak 453 posisi berhasil terisi oleh para pencari kerja yang memenuhi kualifikasi perusahaan.
"Program pemerintah ini sangat membantu, dan kami bersyukur atas penyerapan tenaga kerja yang terjadi, seperti pada bursa kerja di Cibiru yang menerima 453 dari 1.000 peluang yang tersedia," katanya.
Ia mengutarakan, perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam APINDO selalu berupaya mencari tenaga kerja sesuai kebutuhan masing-masing. Meskipun tidak setiap perusahaan memiliki kebutuhan rekrutmen saat pelaksanaan job fair, kegiatan tersebut tetap dimanfaatkan sebagai sarana membangun basis data calon tenaga kerja yang dapat dihubungi sewaktu-waktu.
"Kami mencari tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Jika ada lowongan, kami akan mencarinya. Momen seperti job fair sangat dimanfaatkan. Meskipun kami tidak memiliki kebutuhan saat itu, bisa jadi di masa depan kami akan memanggil para pencari kerja tersebut," ucapnya.
Ahmad menyoroti tantangan yang masih dihadapi para pencari kerja, terutama terkait pengalaman kerja. Namun demikian, ia menegaskan bahwa sejumlah perusahaan tetap membuka peluang bagi lulusan baru maupun pencari kerja yang belum memiliki pengalaman, dengan memberikan pelatihan dan pembinaan sebelum mulai bekerja.
"Kadang pencari kerja tidak memiliki pengalaman, tetapi ada juga perusahaan yang menerima tenaga kerja baru dengan pelatihan," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....