Relokasi Terminal Cicaheum Berisiko Timbulkan Pengangguran dan Konflik

  • 01 Jun 2026 11:18 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Di tengah rencana Pemerintah Kota Bandung mengalihkan fungsi Terminal Cicaheum menjadi depo Bus Rapid Transit (BRT). Meski telah muncul wacana pemindahan layanan ke Terminal Leuwipanjang, hingga kini sebagian operator masih melayani penumpang dari Terminal Cicaheum.

Koordinator Bus Budiman Terminal Cicaheum, Riki (43), mengaku tidak sepakat dengan rencana relokasi tersebut. Menurutnya, pemerintah sebaiknya melakukan rehabilitasi atau pembenahan terminal yang sudah ada dibandingkan memindahkan seluruh aktivitas ke lokasi lain.

"Saya pribadi tidak setuju. Kalau bisa, terminal yang ada sekarang direhabilitasi atau diperbarui saja. Jadi lebih bagus tanpa harus dipindahkan," ujar Riki saat ditemui di Terminal Cicaheum. Senin 1 Juni 2026.

Riki mengaku khawatir relokasi akan berdampak pada keberlangsungan pekerjaan para pekerja terminal yang selama ini mencari nafkah di Cicaheum. Ia menilai belum ada jaminan bahwa pekerja dari Cicaheum dapat diterima bekerja di Terminal Leuwipanjang.

"Karena kalau dipindahkan ke Leuwipanjang, belum tentu saya juga tetap bisa bekerja di sana. Di Leuwipanjang kan sudah banyak yang bekerja. Takutnya nanti kami yang dari Cicaheum datang ke sana tidak diterima, lalu bisa menimbulkan bentrokan," katanya.

Terkait kabar yang menyebut Terminal Cicaheum harus dikosongkan per 25 Mei 2026, Riki menegaskan hingga saat ini belum ada keputusan resmi yang diterima para pekerja di lapangan.

"Tidak. Itu masih sebatas rencana. Belum ada keputusan yang pasti. Belum ada pihak yang datang langsung ke sini untuk menyampaikan keputusan resmi, baik dari pemerintah maupun pihak terkait lainnya," katanya.

Ia menyebut informasi yang beredar sejauh ini baru sebatas pembicaraan antara pihak Terminal Cicaheum dan Terminal Leuwipanjang.

"Belum ada kepastian. Kemarin hanya sebatas pembicaraan antara pihak Terminal Leuwipanjang dan Terminal Cicaheum," ucapnya.

Selain pekerja transportasi, Riki menilai dampak relokasi juga akan dirasakan pedagang dan pemilik warung yang selama ini menggantungkan penghasilan dari aktivitas terminal.

"Dampaknya besar. Bisa menimbulkan pengangguran. Para pedagang dan pemilik warung di sekitar terminal juga belum tentu bisa ikut pindah ke Leuwipanjang. Kasihan mereka, apalagi yang sudah berusia lanjut. Belum tentu mereka bisa memulai usaha lagi di tempat baru," tuturnya.

Menurut Riki, banyak masyarakat yang selama ini hidup dari aktivitas ekonomi di sekitar terminal dan tidak semuanya memiliki kesempatan untuk berpindah lokasi usaha.

"Pedagang, warung, dan masyarakat yang menggantungkan penghasilan di sekitar terminal juga akan terdampak. Mereka tidak semuanya bisa ikut ke sana," katanya.

Ia juga menyoroti kebingungan yang dialami calon penumpang akibat informasi yang belum jelas mengenai status operasional Terminal Cicaheum.

"Kadang ada penumpang yang datang ke sini, padahal busnya sudah di Leuwipanjang. Begitupun sebaliknya, Jadi tidak jelas juga bagi penumpang," ungkapnya.

Riki berharap pemerintah mempertimbangkan kembali rencana relokasi dan memilih memperbaiki fasilitas terminal yang sudah ada.

"Kalau bisa, Terminal Cicaheum direnovasi atau diperbaiki saja supaya lebih bagus. Masih banyak lahan kosong di daerah lain. Terminal ini masih hidup dan masih menjadi tempat banyak orang mencari nafkah. Kalau terminal ini mati, kasihan masyarakat yang bergantung pada aktivitas di sini," katanya.

Sebelumnya, Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriyadi, mengatakan pengosongan bus di terminal tersebut mulai dilakukan sejak Senin 25 Mei 2026. Meski demikian, masih terdapat penumpang yang datang ke terminal untuk melakukan perjalanan antarkota maupun antarprovinsi.

"Sesuai instruksi, per tanggal 25 Mei ini dalam suratnya terminal harus kosong," kata Asep, Selasa (26/5)

Hingga kini, proses relokasi masih menjadi perhatian berbagai pihak karena menyangkut keberlangsungan aktivitas transportasi serta mata pencaharian masyarakat yang selama puluhan tahun bergantung pada Terminal Cicaheum.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....