Nasib Terminal Cicaheum Masih Abu-Abu, Pedagang Hidup dalam Ketidakpastian

  • 01 Jun 2026 11:13 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Rencana alih fungsi Terminal Cicaheum menjadi depo Bus Rapid Transit (BRT) mendapat sorotan dari para pedagang dan pekerja terminal. Mereka khawatir relokasi aktivitas terminal ke lokasi lain akan berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha dan pekerjaan yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat sekitar.

Salah seorang pedagang Kios Terminal Cicaheum Abah Atin, mengaku telah berjualan di kawasan Terminal Cicaheum sejak tahun 1982, bertepatan dengan peristiwa meletusnya Gunung Galunggung. Menurutnya, terminal tersebut masih berfungsi dan menjadi pusat aktivitas ekonomi bagi banyak orang.

"Saya di sini sejak tahun 1982. Waktu Gunung Galunggung meletus. Sudah sangat lama saya di sini," kata Atin. Saat ditemui di kiosnya Senin 1 Juni 2026.

Ia mengaku tidak setuju dengan rencana pemindahan terminal. Menurutnya, dampak yang ditimbulkan tidak hanya dirasakan pedagang di dalam terminal, tetapi juga masyarakat yang menggantungkan hidup dari aktivitas penumpang dan transportasi di sekitarnya.

"Saya tidak setuju. Semua pedagang dan pekerja di sini juga banyak yang menolak. Masalahnya bukan hanya terminal. Pasar di sekitar sini juga akan terdampak. Banyak orang yang menggantungkan hidup dari aktivitas terminal," ujarnya.

Atin menilai relokasi sulit diterima karena Terminal Cicaheum hingga kini masih ramai digunakan masyarakat.

"Kalau terminal ini sudah mati, tidak ada penumpang, mungkin tidak masalah. Tapi sekarang masih ramai dan masih berfungsi," katanya.

Selain persoalan relokasi, para pedagang juga mengeluhkan ketidakjelasan informasi yang beredar selama beberapa tahun terakhir. Menurut Atin, kondisi tersebut membuat pelaku usaha kesulitan mengambil keputusan untuk menjalankan usahanya.

"Yang paling kami khawatirkan itu ketidakpastian. Dari dulu sering ada kabar mau pindah tanggal sekian, lalu batal lagi. Pedagang jadi bingung," tuturnya.

Ia mengaku ketidakpastian tersebut berdampak pada aktivitas usaha sehari-hari.

"Mau belanja barang dagangan takut rugi. Mau menambah modal juga takut. Jadi usaha tidak bisa berjalan normal. Kalau memang mau dipindahkan, ya sampaikan dengan jelas. Jangan masyarakat terus berada dalam ketidakpastian," katanya.

Atin berharap pemerintah mempertimbangkan opsi renovasi terminal dibandingkan melakukan relokasi.

"Kalau bisa terminal direnovasi saja. Jangan dipindahkan. Banyak keluarga yang bergantung pada terminal ini. Yang terdampak bukan cuma pedagang. Ada porter, pekerja bus, petugas kontrol, pedagang asongan, warung makan, dan banyak lagi," ujarnya.

Senada dengan itu, Ujang, Pedagang Baso Tahu Terminal Cicaheum yang telah bekerja sejak awal Terminal Cicaheum beroperasi, menilai relokasi akan berdampak besar terhadap pekerja informal yang selama ini mencari nafkah di terminal.

Menurutnya, apabila relokasi tetap dilakukan, pemerintah perlu memberikan perhatian tidak hanya kepada pemilik kios tetapi juga kepada pekerja lain seperti porter dan pedagang asongan.

"Sebetulnya memang ada Ada kabar soal kompensasi.

Tapi jangan hanya pemilik kios yang mendapat kompensasi. Tukang kuli, pedagang asongan, dan pekerja lainnya juga harus diperhatikan karena mereka menggantungkan hidup dari terminal ini," kata Ujang.

Ia menjelaskan bahwa para porter selama ini memperoleh penghasilan dari membantu penumpang membawa barang bawaan.

"Kalau harus pindah ke tempat lain, belum tentu langsung lancar. Di sini mereka sudah punya pelanggan dan sudah terbiasa bekerja. Kalau pindah, ya harus mulai dari nol lagi," ujarnya.

Ujang menilai kompensasi berupa uang saja tidak cukup untuk menjamin keberlangsungan hidup para pekerja yang terdampak.

"Kalau hanya diberi uang, lama-lama habis juga. Yang lebih penting adalah ada pekerjaan pengganti atau solusi yang berkelanjutan," katanya.

Para pedagang dan pekerja berharap pemerintah dapat mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi yang akan timbul sebelum merealisasikan alih fungsi Terminal Cicaheum menjadi depo BRT.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....