Realisasi Investasi Cianjur 2025 Tembus Rp3,5 Triliun

  • 06 Feb 2026 15:29 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cianjur - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mencatat realisasi investasi di Kabupaten Cianjur sepanjang tahun 2025 mencapai Rp3 triliun 576 miliar 429 juta lebih. Capaian tersebut setara 186,85 persen dari target yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Cianjur menargetkan realisasi investasi sebesar Rp1 triliun 913 miliar 630 juta lebih pada tahun 2025. Target tersebut berhasil dilampaui seiring meningkatnya minat investor yang menanamkan modal di berbagai sektor.

Pelaksana Tugas Kepala DPMPTSP Kabupaten Cianjur, Suferi Faizal, mengatakan realisasi investasi didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Kontribusi PMDN tercatat mencapai 24,77 persen dari total realisasi investasi.

“Realisasi PMDN mencapai Rp474 miliar 862 juta 925 ribu lebih,” ujar Suferi, Jumat 6 Februari 2026. Menurutnya, sektor perumahan dan industri menjadi penyumbang terbesar investasi dalam negeri.

Baca Juga: Kapolresta Bandung Bedah Rumah Enjang jadi Layak Huni

Ia menjelaskan, nilai investasi PMDN terbesar berada di sektor perumahan dan kawasan industri dengan total mencapai Rp120 miliar 561 juta lebih. Sektor tersebut dinilai memiliki daya tarik tinggi karena kebutuhan hunian dan pengembangan industri yang terus meningkat.

Selain PMDN, Penanaman Modal Asing (PMA) juga memberikan kontribusi signifikan terhadap capaian investasi daerah. Realisasi PMA tercatat mencapai 162,08 persen dari target yang ditetapkan.

“Untuk PMA, realisasinya mencapai Rp3 triliun 101 miliar 566 juta 900 ribu,” ungkap Suferi. Sektor industri barang kulit dan alas kaki menjadi penyumbang terbesar dengan nilai investasi Rp2 triliun 668 miliar 380 juta lebih.

Suferi menilai, capaian realisasi investasi yang melampaui target tidak terlepas dari berbagai faktor pendukung. Salah satunya adalah kemudahan layanan perizinan yang diberikan pemerintah daerah kepada investor.

“Kenapa bisa melebihi target, karena faktor kemudahan investasi dan pelayanan perizinan, serta kepatuhan perusahaan dan pelaku usaha dalam melaporkan investasinya,” pungkasnya. Ia berharap tren positif tersebut dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....