Jelang Ramadan, Harga Cabai di Kosambi Tembus 70 Ribu

  • 03 Feb 2026 11:49 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Menjelang bulan suci Ramadan, sejumlah harga kebutuhan pokok di pasar tradisional mulai mengalami kenaikan. Salah satunya terjadi di Pasar Kosambi, Kota Bandung, di mana harga cabai rawit merah melonjak hingga mencapai Rp70.000 per kilogram. Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada cabai rawit merah, tetapi juga pada beberapa komoditas sayuran lainnya. 

“Bawang merah yang biasanya dijual Rp10.000 sekarang sudah naik jadi Rp17.000 per kilogram. Cabai rawit merah kemarin sempat di Rp40.000, sekarang sudah Rp70.000, bahkan hampir naik 80 persen,” ujar Winda Ningsih, salah seorang pedagang sayur di Pasar Kosambi kota Bandung, Selasa, 3 Februari 2026.

Menurutnya, salah satu faktor utama penyebab kenaikan harga adalah kondisi cuaca. Curah hujan yang cukup tinggi selama sekitar sepekan terakhir berdampak pada hasil panen di daerah penghasil.

“Kendalanya lebih ke faktor cuaca. Hujan sudah berlangsung sekitar seminggu, jadi berpengaruh ke hasil panen dan pasokan,” jelasnya.

Selain faktor cuaca, meningkatnya kebutuhan menjelang Ramadan, termasuk untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), turut memengaruhi harga sejumlah komoditas. Beberapa jenis sayuran tercatat mengalami kenaikan cukup signifikan.

“Contohnya timun yang biasanya Rp8.000 sekarang Rp12.000. Kacang panjang dari Rp15.000 naik jadi Rp25.000 per kilogram. Dari petani juga pasokan agak berkurang,” katanya.


Baca juga : Pemkot Siap Jalankan Arahan Presiden Soal Kebersihan Lingkungan


Adapun komoditas yang saat ini dijual di lapaknya antara lain cabai rawit merah, bawang merah, tomat, timun, kacang panjang, kentang, dan cengek. Dari seluruh komoditas tersebut, cabai rawit merah menjadi yang paling tinggi kenaikannya.

“Yang paling mahal sekarang cabai rawit merah, sekitar Rp70.000 per kilogram. Sebelumnya sempat di Rp40.000,” tambahnya.

Meski demikian, Winda menyebutkan tidak semua komoditas mengalami kenaikan harga. Beberapa jenis cabai justru relatif stabil, bahkan ada yang mengalami penurunan.

“Yang lainnya masih relatif standar. Ada juga cabai tertentu yang sekarang di Rp40.000. Ayam memang ada kenaikan sedikit, tapi masih dalam batas wajar,” ungkapnya.

Dari sisi pasokan, Winda memastikan sejauh ini kondisi masih terbilang aman. Ketersediaan barang di pasar masih mencukupi meski harga beberapa komoditas naik.

“Untuk pasokan sejauh ini masih lancar karena barang selalu ada. Kentang juga masih harga standar,” katanya.

Ia menambahkan, biasanya lonjakan harga cabai merah akan lebih terasa menjelang Hari Raya Idulfitri. Kenaikan signifikan umumnya terjadi sekitar satu minggu sebelum Lebaran.

“Sekarang cabai tanjung di Rp40.000. Biasanya menjelang Lebaran bisa sampai Rp100.000 sampai Rp120.000 per kilogram. Sebelumnya sempat di kisaran Rp60.000–Rp80.000, tapi sekarang turun karena pasokan dari petani sedang banyak dan panen juga sedang bagus,” jelasnya.

Winda menegaskan bahwa harga sayuran sangat bergantung pada kondisi di daerah penghasil. Jika panen melimpah, harga cenderung turun. Sebaliknya, jika terjadi gagal panen atau pasokan terganggu, harga bisa melonjak drastis dan sulit diprediksi.

“Betul, sayuran itu sangat tergantung kondisi di daerah penghasil. Kalau panennya bagus, harga otomatis turun. Tapi kalau gagal panen dan pasokan kosong, harga langsung naik dan tidak bisa diprediksi. Bahkan bisa berubah setiap hari,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....