GPM PANGSI Diserbu Warga, Sembako Murah Jadi Buruan di Kompleks Pemkot Cimahi

  • 12 Jun 2026 22:27 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cimahi - Antusiasme masyarakat mewarnai pelaksanaan Gerakan Pangan Murah Pangan Pokok dan Segar Cimahi (PANGSI) yang digelar di kawasan Perkantoran Pemerintah Kota Cimahi, Jalan Raden Demang Hardjakusumah, Rabu 10 Juni 2026. Warga bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) memadati lokasi kegiatan untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Program yang diinisiasi Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi tersebut menghadirkan 31 tenant yang menjual berbagai kebutuhan pangan. Seluruh pelaku usaha yang terlibat merupakan warga ber-KTP Cimahi, kecuali pasokan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disediakan oleh Bulog.

Beragam komoditas pangan dijual dengan harga relatif lebih murah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Beras SPHP dijual Rp58 ribu per 5 kilogram, beras lokal Rp70 ribu per 5 kilogram, gula pasir Rp17.500 per kilogram, Minyakita Rp31.400 per 2 liter, telur ayam Rp26 ribu per kilogram, dan ayam potong Rp33 ribu per ekor.

Selain kebutuhan pokok, masyarakat juga dapat memperoleh berbagai produk protein hewani, sayuran, dan bumbu dapur dengan harga bersaing.

Daging sapi dijual mulai Rp70 ribu hingga Rp130 ribu per kilogram, cabai rawit Rp75 ribu per kilogram, cabai keriting Rp60 ribu per kilogram, bawang merah Rp50 ribu per kilogram, serta bawang putih Rp40 ribu per kilogram.

“Untuk protein hewani ada daging sapi Rp70.000 sampai Rp130.000 per kilogram, sementara berbagai kebutuhan bumbu dapur dan hasil pertanian lainnya juga tersedia dengan harga yang lebih terjangkau,” kata Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda Dispangtan Kota Cimahi, Agus Mamidin Parid.

Agus menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperpendek rantai distribusi pangan agar harga yang diterima konsumen tetap terjangkau. Melalui pola pembinaan dan pemasaran yang terintegrasi, pelaku usaha lokal dapat langsung menjual produknya kepada masyarakat.

“Konsepnya 3B, yaitu DiBina oleh penyuluh, DiBela melalui bantuan bibit dan pupuk, serta DiBeli melalui bazar Gerakan Pangan Murah sehingga rantai distribusi dapat dipangkas,” ujarnya.

Tingginya jumlah pengunjung menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap program pangan murah yang digelar pemerintah daerah. Sejak pagi, area kegiatan dipenuhi warga dari berbagai kalangan yang datang untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga.

“Animonya sangat tinggi, bahkan melebihi perkiraan karena masyarakat umum dan ASN sama-sama memanfaatkan kegiatan ini,” jelasnya.

Menurutnya, Gerakan Pangan Murah PANGSI tidak hanya bertujuan menyediakan bahan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi salah satu langkah pengendalian inflasi daerah. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-25 Kota Cimahi.

Keberadaan pasar murah ini dinilai memberikan kemudahan bagi masyarakat karena lokasi pelaksanaannya dekat dengan lingkungan tempat tinggal maupun pusat aktivitas warga. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu pergi jauh ke pasar induk untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah.

Dispangtan Kota Cimahi menargetkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah sebanyak 27 kali sepanjang tahun 2026 atau sedikitnya dua kali setiap bulan. Program tersebut dilaksanakan secara bergilir di berbagai kelurahan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.

“Sejauh ini kegiatan sudah terlaksana sebanyak 13 kali di berbagai kelurahan dan akan terus dilanjutkan secara berkeliling,” kata Agus.

Pemerintah Kota Cimahi berharap pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dapat terus menjadi instrumen efektif dalam menjaga stabilitas harga pangan. Selain membantu mengendalikan inflasi, program ini juga diharapkan mampu meringankan beban pengeluaran masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok nasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....