Harga Kebutuhan Pokok di Kota Bandung Stabil

  • 20 Jun 2026 20:41 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di pasar tradisional maupun toko ritel di Kota Bandung terpantau relatif stabil. Bahkan, beberapa komoditas strategis seperti cabai menunjukkan tren penurunan harga dalam beberapa pekan terakhir.

‎Kepala Bidang Distribusi dan Perdagangan Pengawasan Kemetrologian Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Meiwan Kartiwa, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan harga secara rutin guna memastikan ketersediaan pasokan serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.

‎"Hasil monitoring kami pada Kamis terakhir kemarin, Alhamdulillah harga barang kebutuhan pokok masih relatif stabil. Bahkan beberapa komoditas cenderung mengalami penurunan, seperti cabai rawit merah dan cabai merah tanjung dibandingkan minggu-minggu sebelumnya," ujar Meiwan, Sabtu 20 Juni 2026.

‎Menurutnya, fluktuasi harga yang masih terjadi saat ini umumnya berasal dari komoditas hortikultura, khususnya sayuran yang sangat dipengaruhi kondisi cuaca dan pasokan dari daerah sentra produksi. Sementara itu, komoditas utama lainnya seperti telur ayam masih berada pada tingkat harga yang normal dan relatif stabil.

Berdasarkan hasil pemantauan Disdagin Kota Bandung, harga cabai rawit merah atau cabai domba saat ini berada di kisaran Rp60.000 hingga Rp80.000 per kilogram. Sedangkan cabai merah tanjung dijual dengan harga antara Rp40.000 hingga Rp60.000 per kilogram.

‎"Kalau cabai saat ini justru lebih cenderung turun dibandingkan beberapa minggu sebelumnya," katanya.

‎Selain cabai, harga daging ayam ras juga masih terkendali dan berada di bawah harga acuan pemerintah. Di tingkat pasar, harga daging ayam berkisar antara Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram.

‎Sementara itu, harga daging sapi masih bervariasi tergantung jenis potongan dan kualitas daging yang dijual. Disdagin mencatat harga daging sapi berada di kisaran Rp130.000 hingga Rp150.000 per kilogram.

‎"Harga daging sapi berbeda-beda karena kualitasnya juga berbeda. Ada yang tanpa lemak, bagian khas dalam, khas luar maupun paha sehingga harganya bervariasi," katanya.

‎Di sisi lain, harga minyak goreng yang sempat mengalami kenaikan beberapa waktu lalu kini kembali menunjukkan kondisi yang stabil. Hingga saat ini, Disdagin Kota Bandung belum menemukan adanya indikasi kenaikan harga yang signifikan di pasaran.

‎"Harga minyak goreng sekarang masih bertahan stabil, tidak ada kenaikan lagi," ungkapnya.

‎Untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus membantu pengendalian inflasi daerah, Disdagin Kota Bandung terus menjalankan program pasar murah yang menjadi agenda rutin setiap triwulan. Program ini bertujuan memberikan akses kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat serta menjaga keseimbangan harga di pasar.

‎Meiwan menjelaskan, pasar murah triwulan kedua telah dilaksanakan menjelang Hari Raya Iduladha. Selanjutnya, kegiatan serupa akan kembali digelar pada triwulan ketiga yang diperkirakan berlangsung pada September 2026.

‎"Nanti menjelang triwulan ketiga kemungkinan sekitar bulan September, kami akan melaksanakan pasar murah kembali," tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....