Farhan, Minta Jajaran Pemkot Tingkatkan Kesiapsiagaan Cuaca Ekstrem
- 26 Jan 2026 14:55 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, meminta seluruh jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor.
Farhan menegaskan, perubahan iklim dan cuaca ekstrem merupakan realitas yang tidak bisa dihindari. Oleh karena itu, diperlukan kesiapan, perencanaan matang, serta langkah antisipatif dari seluruh perangkat daerah, bukan justru saling menyalahkan kondisi alam.
“Kita tidak boleh menyalahkan cuaca. Kita harus menyalahkan diri sendiri apabila tidak mampu mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrem tersebut,” ujar Farhan, senin 26 Januari 2026.
Ia menyinggung peristiwa bencana alam yang terjadi di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) sebagai pengingat sekaligus pelajaran penting bagi Pemkot Bandung. Menurutnya, kejadian tersebut harus menjadi alarm agar Kota Bandung lebih sigap dalam melakukan mitigasi dan penanganan bencana sejak dini.
Selain itu, Farhan juga menyoroti kondisi lingkungan di wilayah utara Kota Bandung yang dinilainya semakin rentan akibat berkurangnya tutupan hutan dari wilayah barat hingga timur. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko banjir, longsor, serta berbagai gangguan lingkungan lainnya, terutama saat intensitas hujan tinggi.
“Kerusakan lingkungan ini tidak bisa kita anggap sepele. Jika tidak segera ditangani secara serius, dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ucapnya.
Baca juga:Pemkot Kerahkan Relawan dan Bantuan Penanganan Longsor KBB
Dalam kesempatan itu, Farhan memberikan apresiasi kepada Dinas Sosial (Dinsos), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung yang dinilai telah bergerak cepat dalam merespons kondisi darurat dan menyalurkan bantuan kepada wilayah terdampak bencana.
“Gerak cepat ini harus menjadi standar kerja kita. Jangan menunggu viral atau sorotan publik baru kita bergerak,” katanya.
Ia menekankan, penanganan cuaca ekstrem harus dilakukan secara lintas sektor, mulai dari perencanaan tata ruang wilayah, pembenahan infrastruktur dan sistem drainase, peningkatan kesiapsiagaan bencana, hingga penguatan edukasi kepada masyarakat agar lebih waspada dan siap menghadapi potensi bencana.
Farhan berharap, dengan koordinasi yang solid dan langkah preventif yang konsisten, dampak cuaca ekstrem di Kota Bandung dapat diminimalkan, sekaligus meningkatkan keselamatan dan kenyamanan warga.
" dampak cuaca ekstrem di Kota Bandung dapat diminimalkan, sekaligus meningkatkan keselamatan dan kenyamanan warga," tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....