Pemkot Bandung Siapkan Penamaan Ulang Taman Berbasis Toponimi
- 21 Jan 2026 10:26 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) tengah menyiapkan konsep penamaan ulang sejumlah taman kota berbasis toponimi atau nama-nama geografis yang memiliki keterkaitan dengan sejarah dan wilayah setempat. Program ini ditargetkan rampung pada Januari 2026 agar taman-taman tersebut kembali dikenal dan memiliki identitas yang lebih kuat di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, mengatakan penamaan ulang taman bukan sekadar mengganti nama, melainkan melalui tahapan dan prosedur resmi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Ditargetkan Januari ini sudah selesai konsep nama-nama taman. Tujuannya supaya taman-taman ini kembali dikenal masyarakat dengan pendekatan toponimi atau nama-nama geografis dan wilayah,” ujar Adi, Rabu 21 Januari 2026.
Adi menjelaskan, konsep penamaan tersebut nantinya akan dilaporkan terlebih dahulu kepada Wali Kota Bandung sebelum dilakukan peluncuran resmi. Menurutnya, proses ini membutuhkan kehati-hatian karena menyangkut nilai sejarah dan kearifan lokal.
“Kami akan laporkan dulu ke Pak Wali. Proses launching ini sekali lagi bukan sekadar ganti nama. Meskipun tidak perlu seremoni khusus, penamaan itu ada prosedurnya,” jelasnya.
Baca juga : Pemkot Optimalkan RDF Solusi Sementara Pengelolaan Sampah
Dalam penyusunan konsep, Disbudpar melibatkan sejumlah pihak, termasuk Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) Kota Bandung serta para pakar toponimi. Hal ini dilakukan untuk memastikan nama-nama yang diusulkan memiliki dasar historis dan referensi akademik yang kuat.
“Kami juga mengundang beberapa pakar, karena ada buku yang pernah ditulis terkait toponimi. Dari diskusi dengan para ahli itu, sudah mulai muncul konsep nama-namanya,” ungkapnya.
Meski demikian, ia mengakui belum menghafal seluruh nama yang diusulkan karena masih dalam tahap pembahasan internal. Beberapa nama, kata dia, merupakan nama lama yang sejak dulu sudah melekat di masyarakat dan memiliki nilai sejarah.
Sebanyak 16 taman telah diajukan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) selaku dinas yang membidangi pertamanan. Usulan awal tersebut telah diterima dan dirapatkan bersama tim lintas dinas untuk disempurnakan sebelum disampaikan secara resmi kepada Wali Kota Bandung.
“Ada 16 taman yang diajukan DPKP. Itu masih usulan awal, sekarang sedang kami godok bersama tim,” katanya.
Adi juga memberikan beberapa contoh nama yang sedang dikaji, meski menegaskan bahwa semuanya belum bersifat final.
“Contohnya Taman Superhero, itu mungkin akan menjadi Taman Bangawan. Lalu Taman Radio bisa menjadi Taman Rangga Malela. Ada juga taman sister city yang penamaannya disesuaikan dengan lokasi jalannya. Tapi ini semua masih digodok,” jelasnya.
Ia menegaskan, keputusan akhir terkait penamaan taman akan berada di tangan Wali Kota Bandung dan akan diumumkan secara resmi setelah seluruh proses administrasi dan kajian selesai. “Nanti akan kami laporkan final ke Pak Wali, dan dari beliau yang akan merilis resminya. Karena penamaan ini ada prosedurnya, tidak bisa asal ganti nama,” tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....