Pertumbuhan Ekonomi Bandung Tetap Positif, Kemiskinan, Pengangguran Turun

  • 15 Des 2025 15:49 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung; Pemerintah Kota Bandung mencatat kinerja ekonomi yang tetap berada pada jalur positif sepanjang tahun 2025. Pertumbuhan ekonomi Kota Bandung pada semester pertama tercatat sebesar 5,46 persen, sementara pada triwulan ketiga berada di angka 5,23 persen. Capaian tersebut dinilai masih on the track dan sesuai dengan proyeksi yang telah ditetapkan sebelumnya.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa selain pertumbuhan ekonomi yang stabil, sejumlah indikator sosial juga menunjukkan perbaikan. Tingkat kemiskinan di Kota Bandung tercatat mengalami penurunan hingga berada di angka 3,78 persen. Selain itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga dilaporkan mengalami penurunan.

“Secara makro, indikator kita menunjukkan tren yang baik. Pertumbuhan ekonomi masih terjaga, tingkat kemiskinan turun, dan pengangguran juga menurun,” ujar Farhan saat memberikan keterangan, Senin (15/12/2025).

Meski demikian, Farhan menegaskan bahwa persoalan ketimpangan sosial masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Kota Bandung. Rasio gini Kota Bandung saat ini berada di kisaran 0,44, yang menunjukkan tingkat ketimpangan masih cukup tinggi jika dibandingkan dengan standar nasional yang berada di angka 0,3.

Baca juga:APBD Turun, Cimahi Pastikan Hak ASN Tetap Terjaga

“Rasio gini kita masih di angka 0,4 lebih. Ini masih tinggi. Artinya ketimpangan sosial kita masih besar. Walaupun tingkat kemiskinan menurun, tetapi kualitas kemiskinannya masih tinggi,” jelasnya.

Farhan menyoroti adanya kelompok masyarakat yang meskipun secara jumlah kemiskinan berkurang, namun kondisi hidupnya justru semakin rentan. Menurutnya, terdapat sebagian warga yang bukan hanya gagal meningkatkan kesejahteraan, tetapi justru mengalami penurunan kualitas hidup dan semakin miskin.

“Kemiskinan memang turun dari sisi angka, tetapi ada beberapa saudara kita yang kualitas hidupnya makin berat. Jumlahnya mungkin berkurang, tetapi kondisinya semakin rentan,” ungkapnya.

Kondisi tersebut, lanjut Farhan, menjadi perhatian serius Pemkot Bandung, terutama dalam program-program yang menyentuh langsung kelompok marginal. Salah satunya melalui kegiatan siskamling siaga bencana yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan lingkungan, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan sosial masyarakat rentan.

“Kenapa siaga bencana juga memperhatikan kesejahteraan kelompok-kelompok marginal? Karena mereka adalah kelompok yang paling rentan ketika terjadi bencana. Biasanya korban pertama itu adalah kelompok ini,” katanya.

Ia menegaskan, upaya pengurangan ketimpangan sosial akan menjadi fokus kebijakan ke depan, seiring dengan penguatan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan. Pemerintah Kota Bandung berkomitmen untuk memastikan pembangunan yang dilakukan tidak hanya mendorong pertumbuhan, tetapi juga menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Rasio gini kita sekitar 0,44 dari skala 0 sampai 1. Semakin kecil angkanya semakin merata. Standar nasional di angka 0,3, jadi ini masih tinggi dan harus kita kejar bersama,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....