KONI Kota Bandung Minta Tambahan Anggaran Hadapi Porprov 2026
- 10 Agt 2026 11:13 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung meminta dukungan Pemerintah Kota Bandung untuk menambah anggaran persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026. Usulan tersebut disampaikan KONI Kota Bandung saat melakukan audiensi dan memaparkan kesiapan kontingen kepada DPRD Kota Bandung melalui Komisi IV.
Ketua KONI Kota Bandung, Dr. Nuryadi, mengatakan pihaknya diterima langsung jajaran Komisi IV DPRD Kota Bandung yang dipimpin Ketua Komisi IV, Iman. Dalam pertemuan tersebut, KONI memaparkan berbagai kebutuhan menghadapi Porprov yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026, baik terkait persiapan kontingen maupun tanggung jawab sebagai tuan rumah sejumlah cabang olahraga.
“Kami diterima oleh DPRD Komisi IV, Pak Ketua Pak Iman beserta jajaran. Alhamdulillah, kami telah mengekspos kesiapan KONI Kota Bandung untuk menghadapi Porprov pada November 2026,” ujar Nuryadi.di Gedung DPRD kota Bandung,Senin 10 Agustus 2026.
Menurut Nuryadi, terdapat dua tugas besar yang harus dipersiapkan KONI Kota Bandung dalam menghadapi Porprov 2026. Pertama adalah mempersiapkan kontingen Kota Bandung agar mampu bersaing dalam perebutan prestasi, sedangkan tugas kedua berkaitan dengan tanggung jawab sebagai tuan rumah enam cabang olahraga yang pelaksanaannya tersebar di sejumlah lokasi.
Namun, jumlah lokasi pertandingan yang harus dipersiapkan ternyata berkembang menjadi sekitar 15 lokasi. Venue tersebut tersebar mulai dari kawasan Pangandaran hingga wilayah Jawa Barat bagian barat, sehingga kebutuhan pembiayaan menjadi semakin besar. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
“Kalau berbicara tempat, sebenarnya bukan hanya enam lokasi. Dengan tambahan nomor pertandingan dan cabang olahraga, lokasi pelaksanaan menjadi sekitar 15. Mulai dari Pangandaran sampai wilayah barat. Ini tentu menjadi beban tersendiri bagi kami,” katanya.
Nuryadi menjelaskan, kondisi anggaran Porprov 2026 berbeda dengan pelaksanaan Porprov sebelumnya. Pada Porprov lalu, KONI Kota Bandung mendapatkan dukungan anggaran sekitar Rp50 miliar, terdiri dari Rp40 miliar ditambah Rp10 miliar, dengan jumlah cabang olahraga dan nomor pertandingan yang lebih sedikit.
“Sementara sekarang ada tambahan nomor pertandingan yang cukup banyak. Artinya, jumlah orang yang terlibat juga meningkat. Karena itu kami menyampaikan kepada DPRD bahwa KONI Kota Bandung membutuhkan dukungan untuk penambahan anggaran melalui ABT,” tutur Nuryadi.
Dalam audiensi tersebut, KONI Kota Bandung juga didampingi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung. Nuryadi menyebut dukungan pemerintah daerah menjadi penting karena kebutuhan Porprov tidak hanya menyangkut pembinaan atlet, tetapi juga akomodasi, mobilisasi, venue, perangkat pertandingan, serta berbagai kebutuhan teknis lainnya.
“Alhamdulillah, respons dari Pemerintah Kota Bandung cukup positif, baik dari Komisi IV maupun Dispora yang mewakili eksekutif. Insya Allah, saat ini sedang diperjuangkan proses untuk tambahan anggaran,” ujarnya.
Terkait besaran anggaran tambahan yang diajukan melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT), Nuryadi menegaskan hingga kini belum ada angka final. Usulan sudah disampaikan melalui Dispora dan masih dalam proses pembahasan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah serta kebijakan efisiensi yang sedang berjalan.
“Belum ada angka pasti. Yang jelas, kami sudah mengusulkan melalui Dispora dan sekarang sedang digodok angkanya. Kami juga memahami kondisi efisiensi yang cukup ekstrem. Bisa saja nanti kami dipanggil kembali untuk verifikasi dan audiensi guna menentukan kebutuhan yang paling tepat,” katanya.
Nuryadi menyebut anggaran murni yang diterima KONI Kota Bandung saat ini berada di angka sekitar Rp35 miliar. Menurutnya, angka tersebut perlu disesuaikan dengan meningkatnya kebutuhan Porprov 2026, terlebih jumlah lokasi, atlet, ofisial, cabang olahraga, serta nomor pertandingan mengalami penambahan.
“Harapannya tentu ada penambahan, karena kondisinya cukup berat. Jumlah tempat bertambah, jumlah orang bertambah, jumlah cabang olahraga dan nomor pertandingan juga bertambah. Sementara harga kebutuhan sekarang juga meningkat,” ungkap Nuryadi.
Ia menambahkan, dukungan anggaran menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga target prestasi olahraga Kota Bandung di Porprov 2026. Menurutnya, pembiayaan dan prestasi memiliki keterkaitan karena kebutuhan persiapan atlet, kompetisi, pemusatan latihan, hingga operasional kontingen harus dipenuhi secara proporsional.
Menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan pengaruh keterbatasan anggaran terhadap prestasi, Nuryadi menyebut keduanya memiliki hubungan yang erat. Karena itu, KONI Kota Bandung berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan optimal agar persiapan kontingen tetap berjalan maksimal dan target prestasi pada Porprov Jawa Barat 2026 tidak terganggu.
“Kalau anggaran tidak terpenuhi, biasanya memang seirama dengan prestasi. Artinya, ketika kebutuhan persiapan tidak bisa dipenuhi secara optimal, tentu ada pengaruhnya terhadap capaian prestasi. Karena itu kami berharap dukungan anggaran ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....