Sirnas C Bandung Utama Open 2026 Dongkrak Prestasi Atlet
- 10 Agt 2026 03:57 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Kejuaraan Bulutangkis Sirkuit Nasional (Sirnas) C Wali Kota Bandung Utama Open 2026 diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan motivasi atlet Kota Bandung. Selain mengejar prestasi di tingkat nasional, turnamen tersebut juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat.
Ketua Pengcab PBSI Kota Bandung Sigit Iskandar mengatakan, kehadiran Sirnas C dapat memberikan pengalaman bertanding yang penting bagi atlet, khususnya mereka yang diproyeksikan tampil pada Porprov. Menurutnya, atmosfer kompetisi tingkat nasional dapat menjadi modal bagi atlet untuk meningkatkan mental dan kemampuan sebelum menghadapi ajang olahraga tingkat provinsi.
“Kejuaraan Bulutangkis Sirkuit Nasional C Wali Kota Bandung Utama Open tahun 2026 ini mudah-mudahan mampu memberikan semangat kepada para atlet kita, khususnya yang akan bertanding di Porprov, agar tentunya bisa lebih banyak meraih medali emas,” ujar Sigit dalam Gala Dinner dan Opening Ceremony di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Minggu 9 Agustus 2026.

Sigit menambahkan, penyelenggaraan turnamen juga memiliki misi untuk kembali memasyarakatkan olahraga bulu tangkis di tengah masyarakat Kota Bandung. Ia menilai, peningkatan partisipasi masyarakat dalam aktivitas olahraga menjadi salah satu pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian bersama.
“Selanjutnya ingin memasyarakatkan kembali olahraga bulutangkis di masyarakat. Karena memang di Kota Bandung ini masih kurang. Salah satu tugas Dispora kan memang untuk mengaktifkan masyarakat Kota Bandung untuk berolahraga,” katanya.
Menurut Sigit, berdasarkan data yang pernah dihimpun, tingkat partisipasi masyarakat Kota Bandung dalam kegiatan olahraga masih perlu ditingkatkan. Ia menyebut sekitar 48 persen dari jumlah penduduk Kota Bandung yang saat itu mencapai sekitar 2,6 juta jiwa tercatat aktif berolahraga.
Sigit juga mengaitkan penyelenggaraan Sirnas C dengan visi Bandung sebagai kota pilihan untuk berbagai kegiatan dan event. Menurutnya, konsep tersebut harus diwujudkan melalui kegiatan nyata, termasuk dengan menghadirkan kompetisi olahraga berskala nasional yang mampu mendatangkan atlet dan masyarakat dari berbagai daerah.

“Bandung of City, Option Then, juga Bandung Kota Event tentunya harus dijabarkan secara konkret. Penjabarannya yang pertama, salah satunya Sirnas C kita tarik. Yang tadinya tidak ada, alhamdulillah ada. Begitupun di cabor-cabor yang lain,” tuturnya.
Selain memberikan dampak terhadap prestasi olahraga, Sigit menilai event olahraga juga berpotensi memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah. Ia menyebut berbagai kegiatan olahraga yang digelar di Kota Bandung mampu mendatangkan ratusan ribu orang, sehingga memberikan efek terhadap aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Alhamdulillah tahun kemarin pun kita bisa menarik lebih dari 500.000 orang ke Bandung di bidang olahraga saja melalui event, baik fun run maupun cabor-cabor yang lain. Ini kan bisa mendongkrak PAD dan juga ekonomi masyarakat,” tandas Sigit.
Sementara itu, Ketua Panitia Sirnas C Wali Kota Bandung Utama Open 2026, Deris Maulana, menjelaskan bahwa turnamen tahun ini memiliki status berbeda dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Kejuaraan Wali Kota Bandung Utama Open kini masuk dalam kalender Sirnas C, sehingga hasil pertandingan turut memberikan kontribusi terhadap pencatatan poin peringkat nasional.
“Sirnas C ini merupakan Kejuaraan Bulutangkis Wali Kota Bandung Utama Open yang statusnya berubah menjadi Sirkuit Nasional. Artinya, poin ranking-nya tercatat di nasional,” jelas Deris.
Deris memaparkan, jumlah peserta yang mengikuti turnamen tersebut mencapai lebih dari 1.200 pemain setelah melalui proses verifikasi administrasi dan keabsahan. Dari 1.405 peserta yang melakukan entry awal, sebanyak 1.244 peserta dinyatakan lolos verifikasi, dengan 1.208 pemain berasal dari 209 klub yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
“Setelah diverifikasi oleh keabsahan pusat dan tim referee di pusat, menjadi 1.244 peserta dan sebanyak 1.208 players yang terdiri dari 209 klub yang tersebar di seluruh Indonesia,” ungkap Deris.

Menurut Deris, Kabupaten Bandung Barat menjadi daerah dengan klub pendaftar terbanyak melalui PB Taki Arena Badminton Academy yang mengirimkan 109 atlet. Sementara tuan rumah, Kota Bandung, tercatat mengikutsertakan 15 klub dengan total 231 atlet, sekaligus menjadi daerah dengan jumlah atlet terbanyak dalam kejuaraan tersebut.
“Artinya, Pengkot Bandung selaku tuan rumah sebagai pendaftar dengan jumlah atlet terbanyak, yakni 231 atlet,” katanya.
Deris berharap penyelenggaraan Sirnas C Bandung Utama Open ke depan dapat terus berkembang, baik dari sisi kualitas pertandingan maupun jumlah peserta. Masukan dari pelatih dan para ketua klub akan menjadi bahan evaluasi agar penyelenggaraan berikutnya dapat lebih profesional dan mampu menarik lebih banyak peserta dari berbagai daerah.
“Sirnas C Bandung Utama harus jauh lebih siap. Harapannya, seperti yang disampaikan Kadispora dan Ketua Umum Pengcab PBSI Kota Bandung, kita bisa memecahkan rekor dengan jumlah pendaftar terbanyak, seperti Piala Kajati kemarin yang mencapai lebih dari 2.300 peserta,” ujar Deris.
Untuk kategori pertandingan, Sirnas C Wali Kota Bandung Utama Open 2026 mempertandingkan 21 nomor berdasarkan kelompok usia, mulai dari usia dini hingga taruna. Kategori tersebut mencakup nomor tunggal putra dan putri pada kelompok usia dini, anak-anak, pemula, remaja, hingga taruna.
“Total ada 21 kategori atau kelompok yang dipertandingkan, mulai dari usia dini hingga taruna,” kata Deris. Sementara untuk lokasi pertandingan, panitia menggunakan dua venue, yakni GOR Bandung di Jalan Jakarta dan GOR Lodaya sebagai arena pendamping. Seluruh pertandingan final pada hari keenam akan dipusatkan di GOR Bandung, Jalan Jakarta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....