Sirnas C Wali Kota Bandung Utama Open Dorong Pembinaan Bulu Tangkis

  • 10 Agt 2026 03:56 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Sirkuit Nasional (Sirnas) C Wali Kota Bandung Utama Open 2026 siap digelar di Kota Bandung. Ajang tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bandung dalam mendorong penyelenggaraan berbagai kompetisi olahraga, sekaligus memperkuat posisi Bandung sebagai salah satu kota yang aktif menjadi tuan rumah kegiatan olahraga.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, penyelenggaraan Sirnas C Wali Kota Bandung Utama Open 2026 menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam membuka ruang bagi berbagai event olahraga. Menurutnya, kegiatan olahraga tidak hanya terbatas pada level lokal, tetapi juga harus mampu menghadirkan kompetisi berskala nasional hingga internasional.

“Kita jadi tuan rumah untuk Sirkuit Nasional C Wali Kota Bandung Utama Open tahun 2026. Ini menunjukkan bahwa komitmen kita untuk selalu menjadi tuan rumah berbagai macam event olahraga level lokal, nasional, sampai internasional akan selalu terbuka,” ujar Minggu 9 Agustus 2026.

Farhan menegaskan, penyelenggaraan kompetisi tersebut memiliki tujuan lebih luas daripada sekadar menghadirkan pertandingan. Pemerintah Kota Bandung ingin menjaga semangat masyarakat untuk berolahraga sekaligus menciptakan ruang bagi atlet-atlet muda agar dapat mengembangkan kemampuan melalui kompetisi yang terukur.

“Tujuan utamanya adalah supaya semangat berolahraga di Kota Bandung tidak pernah mati,” katanya. Ia menilai karakter Kota Bandung sebagai kota kreatif harus berjalan beriringan dengan pembangunan sektor olahraga, sehingga aktivitas olahraga dapat menjadi bagian penting dari identitas kota.

Menurut Farhan, Bandung selama ini dikenal sebagai kota yang memiliki ekosistem kreatif dengan berbagai pertunjukan, industri kreatif, serta karya seni. Namun, identitas tersebut dinilai perlu dilengkapi dengan kekuatan di bidang olahraga, terutama melalui keberadaan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah.

“Sebagai sebuah kota kreatif, kita kan sudah terkenal dengan berbagai macam pertunjukan, industri kreatif, karya seni, dan lain-lain. Maka sebagai kota yang diisi oleh para juara, City of Champions, Kota Bandung juga harus tetap mempertahankan tradisi itu,” ujar Farhan.

Terkait pembinaan bulu tangkis, Farhan menyebut penyelenggaraan Sirnas C tersebut memiliki keterkaitan erat dengan program pembinaan Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Pemerintah Kota Bandung juga telah melakukan komunikasi dengan Pengprov PBSI, PBSI Kota Bandung, PB PBSI, serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk memperkuat ekosistem bulu tangkis di daerah.

“Kalau Sirnas C ini kan bagian dari rangkaian pembinaan dari PB PBSI. Ini juga hasil diskusi kita yang singkat tapi langsung produktif bersama dengan Pengprov PBSI, terus PB PBSI, pengurus Kota PBSI, dan juga dengan KONI,” tutur Farhan.

Ia berharap kerja sama tersebut mampu mengembalikan Kota Bandung sebagai salah satu pusat pengembangan olahraga bulu tangkis nasional. Menurutnya, Bandung memiliki modal penting berupa talenta atlet yang cukup besar, sehingga diperlukan sistem pembinaan yang berkelanjutan agar potensi tersebut dapat berkembang secara maksimal.

“Kita memang ingin kembali menghidupkan Kota Bandung sebagai salah satu pusat pengembangan dan event-event bulu tangkis nasional. Untuk kita sebetulnya kan talenta sudah ada, pool of talent-nya sudah ada. Tinggal kita melihat perkembangan,” jelasnya.

Selain kompetisi, Pemerintah Kota Bandung juga mendorong penerapan teknologi dan sports science dalam pembinaan atlet. Farhan mengungkapkan, Pengprov PBSI tengah mengembangkan sistem berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mengelola dan menganalisis data para atlet sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembinaan.

“Tadi saya diskusi dengan pengurus provinsi juga, Tino mengatakan bahwa Pengprov PBSI sekarang sedang mengembangkan AI berbasis data, data para atlet. Ini mudah-mudahan dalam waktu setahun kita sudah bisa mendapatkan hal itu,” kata Farhan.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi berbasis data tersebut diharapkan dapat membantu proses pemetaan potensi, perkembangan, serta kebutuhan atlet secara lebih akurat. Pengembangan tersebut juga diarahkan untuk mendukung penerapan sports science dalam pembinaan olahraga di Kota Bandung.

“Itu sebagai pengembangan sports science sesuai dengan Desain Besar Olahraga di UPI dan di ITB,” pungkas Farhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....