MLSC Bandung Jadi Barometer Pembinaan Sepak Bola Putri

  • 20 Sep 2025 20:15 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Kompetisi MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 1 2025–2026 yang berlangsung di Kota Bandung mendapat apresiasi tinggi dari peserta maupun pelatih. Ajang ini dinilai menjadi barometer penting bagi pengembangan sepak bola putri di Jawa Barat.

Pelatih SD 026 Bojongloa, Riska Nur Aprilia, mengaku bersyukur bisa ambil bagian dalam turnamen bergengsi ini. Ia berharap MLSC bisa digelar secara rutin setiap tahun agar semakin banyak talenta muda yang terasah.

“Tentunya kami berharap agar MilkLife Soccer Challenge terus digelar setiap tahunnya. Kejuaraan ini jadi barometer kami dalam melakukan pembinaan,” ujar Riska.

Apresiasi serupa disampaikan pemain SD 026 Bojongloa, Alia, yang berambisi menjadi pencetak gol terbanyak.

“Tahun ini saya ingin mencetak 50 gol dan menjadi top skor. Saya juga berharap bisa membawa tim jadi juara,” ucapnya.

Baca Juga: Bandung Jadi Tuan Rumah Seri Pertama MLSC 2025

Lahirkan Bintang Baru

MLSC Bandung bukan sekadar turnamen, melainkan wadah melahirkan bintang muda. Pada edisi sebelumnya, tiga pemain dari tim All Stars Bandung KU-12—Kazumi Zalfa Arrobi’ Nurlan (SDN 203 Kacapiring), Amanda Fitriani (SDN 073 Pajagalan A), dan Bilqis Fatimah Azzahra (SMPN 2 Lembang)—bahkan terpilih mewakili Indonesia di ajang internasional Junior Soccer School and League (JSSL) Singapore 7’s 2025.

Capaian itu menjadi bukti bahwa MLSC mampu menjadi pintu bagi lahirnya pesepak bola putri berprestasi hingga ke tingkat internasional.

Perluasan Kota dan Aturan Baru

Tahun ini, cakupan MLSC diperluas dari delapan menjadi sepuluh kota besar: Kudus, Semarang, Surabaya, Tangerang, Bekasi, Bandung, Yogyakarta, Solo, Malang, dan Jakarta. Bekasi dan Malang menjadi tambahan kota baru karena memiliki sejarah panjang dalam pembinaan sepak bola nasional.

Dari sisi teknis, MLSC juga menerapkan sejumlah aturan baru. Dimensi lapangan KU-12 diperbesar menjadi 26 x 42 meter, titik penalti ditarik ke jarak 6 meter, dan kick off kini dimulai dengan dua sentuhan. Selain itu, pertandingan semifinal, final, dan babak delapan besar KU-10 akan menggunakan lapangan ukuran KU-12.

Seluruh perubahan aturan tetap merujuk pada pedoman PSSI untuk pembinaan usia dini, sehingga sesuai dengan standar perkembangan anak.

Lebih dari Sekadar Turnamen

Selain kompetisi utama 7 lawan 7, MLSC juga menghadirkan Festival SenengSoccer untuk kategori usia 8 tahun. Festival ini lebih menekankan kegembiraan bermain sepak bola sambil menumbuhkan rasa cinta olahraga sejak dini. Di Bandung, festival ini diikuti 126 siswi dari 24 sekolah.

Tidak hanya itu, Skill Challenge kembali digelar dengan lima uji keterampilan: 1 on 1, penalty shoot, dribbling, passing control, dan shoot on target. Ajang ini memberi kesempatan peserta untuk menonjolkan kemampuan individual sekaligus melatih aspek fundamental dalam sepak bola.

Sebagaimana tradisi setiap musim, setelah dua seri tuntas di sepuluh kota, MLSC akan menggelar All Stars Challenge, mempertemukan pemain-pemain terbaik dari seluruh kota untuk tampil di level lebih tinggi.

Jadwal Seri MLSC 2025–2026

Kudus: 29 Juli – 3 Agustus 2025

Semarang: 5 – 10 Agustus 2025

Surabaya: 19 – 24 Agustus 2025

Tangerang: 2 – 7 September 2025

Bekasi: 9 – 14 September 2025

Bandung: 16 – 21 September 2025

Yogyakarta: 14 – 19 Oktober 2025

Solo: 28 Oktober – 2 November 2025

Malang: 4 – 9 November 2025

Jakarta: 18 – 23 November 2025

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....