Bandung Jadi Tuan Rumah Seri Pertama MLSC 2025
- 20 Sep 2025 14:11 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung: Kejuaraan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Bandung Seri 1 musim 2025–2026 resmi digelar mulai 16 hingga 21 September 2025. Ajang ini berlangsung di Lapangan Candradimuka Pusdikaf dan Stadion Sidolig, Kota Bandung, Jawa Barat. Bandung menjadi kota keenam dari rangkaian 10 kota penyelenggaraan MLSC periode ini.
Pelatih Kepala MLSC Bandung, Fauzi Bramantio, mengungkapkan bahwa kompetisi tahun ini memperlihatkan peningkatan signifikan, khususnya pada kategori usia 12 tahun. Menurutnya, persaingan semakin ketat karena banyak pemain telah mengikuti latihan tambahan maupun bergabung dengan sekolah sepak bola (SSB).
“Dari sisi kualitas permainan, terlihat sekali perbedaan anak-anak yang rutin melakukan ekstra training. Mereka mampu memberikan kontribusi besar bagi timnya. Bahkan beberapa sudah menjadi pencetak gol terbanyak di seri kali ini,” kata Fauzi, di Lapangan Candradimuka Pusdikaf, Sabtu (20/9/2025).
Meski begitu, Fauzi menilai masih ada kesenjangan kualitas antar tim. Hal itu terlihat dari skor pertandingan yang kadang timpang, terutama di kategori usia 10 tahun, di mana masih terjadi kemenangan dengan margin besar.
Lebih jauh, Fauzi menilai atmosfer sepak bola di Bandung cukup kuat, termasuk untuk sepak bola putri. Hal itu dibuktikan dengan keberhasilan tim Bandung meraih juara di ajang Piala Pertiwi All Star serta PON 2024 di Medan. Banyak sekolah dan SSB kini juga membuka kelas khusus putri, yang menurutnya menjadi modal penting bagi regenerasi pemain.
“Dalam waktu dekat, akan ada liga untuk kelompok usia 15 dan 18 tahun. Saya berharap anak-anak yang ikut ekstra training punya lebih banyak panggung untuk menunjukkan kemampuan mereka,” tambahnya.
Baca Juga: MLSC Bandung Jadi Barometer Pembinaan Sepak Bola Putri
Untuk seri pertama ini, Fauzi menegaskan pihaknya sangat selektif dalam menyeleksi pemain. Dari 26 pemain yang ikut ekstra training, hanya 25 orang yang akan dipertahankan setelah seri pertama. Seleksi ketat ini dilakukan untuk memastikan kualitas dan potensi pemain benar-benar terasah.
Ia juga memprediksi akan ada juara baru di MLSC Bandung tahun ini. Pasalnya, tim-tim langganan final seperti SD Kaca Piring dan Pajagalan mengalami perubahan besar dalam susunan pemain karena banyak yang sudah lulus ke jenjang SMP.
“Regenerasi berjalan, tapi beberapa sekolah baru dengan pemain yang ikut SSB justru terlihat cukup kuat. Saya lihat ada satu tim yang berpotensi jadi juara, meskipun tentu hasil akhirnya akan ditentukan di lapangan,” ujarnya.
Selain itu, Fauzi mendorong sekolah-sekolah untuk bekerja sama dengan klub atau SSB dalam membina pemain. Menurutnya, latihan rutin di luar sekolah menjadi kunci pembentukan kualitas pemain sejak usia dini.
“Kalau gurunya tidak bisa mendampingi ekstrakurikuler tiap minggu, sekolah bisa menggandeng SSB. Hasilnya nanti akan kembali ke sekolah juga,” jelasnya.
Antusiasme peserta juga terlihat meningkat, terutama pada kategori usia 12 tahun. Bahkan jumlah pendaftar melebihi kuota sehingga harus diadakan babak kualifikasi. Fauzi menilai kondisi ini sebagai pertanda positif bahwa semakin banyak sekolah mulai serius mengembangkan potensi sepak bola di tingkat pelajar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....