APBD Perubahan 2025, Lonjakan Anggaran Infrastruktur dan Kesehatan

  • 24 Sep 2025 09:03 WIB
  •  Bandung

KBRN,Bandung: Pemerintah Provinsi Jawa Barat menaikkan alokasi belanja infrastruktur dan layanan dasar dalam APBD Perubahan 2025. Kenaikan signifikan ini disebut sebagai strategi Gubernur Dedi Mulyadi untuk menjadikan belanja pemerintah sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menyampaikan hal itu dalam forum PressTalk di Gedung Sate, Selasa (23/9/2025).

Dalam APBD Perubahan 2025, anggaran infrastruktur melonjak menjadi Rp4,9 triliun—naik Rp2,7 triliun dari APBD murni yang sebelumnya hanya Rp2,1 triliun.

“Angka Rp2,1 triliun itu sudah tinggi, tapi sekarang naik ekstrem. Ini menunjukkan komitmen Pemda,” ujar Herman.

Baca juga:Sisa Anggaran PSU Dikembalikan ke Pemerintah Daerah

Selain infrastruktur, sektor kesehatan juga mengalami kenaikan Rp81,3 miliar menjadi Rp2,5 triliun. Ketahanan pangan naik Rp64,2 miliar menjadi Rp767 miliar. Sementara pendidikan tetap menjadi prioritas dengan tambahan Rp120 miliar, menjadikan totalnya Rp11,3 triliun.

Untuk menopang belanja tersebut, Pemprov Jabar menargetkan pendapatan dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar Rp9,7 triliun. Rinciannya, PKB ditargetkan Rp6,2 triliun dan BBNKB Rp3,5 triliun.

“Target pendapatan kita di perubahan ini Rp31 triliun. Ada pemutihan pajak kendaraan, itu jadi instrumen untuk mendongkrak capaian,” jelas Herman.

Ia mengakui, target tersebut cukup progresif. Namun, menurutnya, pelayanan publik harus tetap berjalan, sehingga semangat pencapaian perlu terus digelorakan.

Herman juga menyoroti tantangan baru dalam ekosistem kendaraan listrik. Menurutnya, peningkatan penggunaan kendaraan listrik berpotensi mengurangi pendapatan daerah karena adanya subsidi dan insentif.

“Penggunaan kendaraan listrik meningkat, tapi kita tidak dapat apa-apa. Ini harus dimitigasi agar pembangunan tidak terhambat,” tegasnya.

Pemprov Jabar, lanjut Herman, tengah menyiapkan langkah-langkah mitigasi agar pendapatan daerah tetap stabil dan pembangunan bisa terus dipacu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....