Inklusi Keuangan Naik, Transaksi Saham di Jabar Tembus Rp42,67 T
- 11 Agt 2026 20:03 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID,Bandung - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat mencatat pertumbuhan positif dan signifikan pada sektor pasar modal serta industri keuangan non-bank di wilayah Jawa Barat hingga pertengahan tahun 2026. Lonjakan tingkat inklusi masyarakat terhadap produk pasar modal menjadi salah satu pendorong utama pesatnya aktivitas investasi di Jawa Barat.
Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman, mengungkapkan bahwa kesadaran masyarakat Jawa Barat dalam memanfaatkan instrumen investasi syariah maupun konvensional terus menunjukkan tren yang menggembirakan. Hal itu tercermin langsung dari lonjakan jumlah Single Investor Identification (SID) yang menembus angka jutaan rekening.
"Tingkat inklusi masyarakat terhadap produk pasar modal mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Hal ini tercermin dari jumlah SID di Jawa Barat yang tumbuh sebesar 87,94 persen Year on Year (YoY) hingga mencapai 5,78 juta investor pada Juni 2026," kata Darwisman, Selasa 11 Agustus 2026.
Berdasarkan data OJK Jabar per Juni 2026, pertumbuhan basis investor tersebut ditopang oleh tiga instrumen utama. Reksadana mendominasi dengan jumlah mencapai 5,54 juta investor (tumbuh 90,65 persen YoY), disusul investor saham sebanyak 2,06 juta (tumbuh 37,08 persen YoY), serta Surat Berharga Negara (SBN) sebanyak 308,40 ribu investor (tumbuh 22,27 persen YoY).
Aktivitas perdagangan saham di wilayah Jawa Barat juga mencatatkan angka yang sangat impresif. Darwisman membeberkan bahwa total nilai transaksi saham di Jawa Barat telah menembus Rp42,67 triliun, atau mengalami pertumbuhan sebesar 41,72 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Selain pasar modal, perkembangan Sektor Perusahaan Pembiayaan, Modal Ventura, LKM, dan LPD (PVML) serta Pengawasan Dana Pensiun, Perusahaan Penjaminan, dan LKM (PPDP) di Jawa Barat turut menunjukkan tren bervariasi. Perusahaan pembiayaan mencatatkan total penyaluran sebesar Rp82,25 triliun pada Mei 2026 (tumbuh 4,81 persen YoY) dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) yang terjaga relatif aman di angka 3,71 persen.
Sektor Modal Ventura juga membukukan kinerja positif dengan total pembiayaan mencapai Rp3,33 triliun per Mei 2026 atau tumbuh 6,68 persen YoY. Sementara itu, untuk industri Fintech Peer-to-Peer (P2P) Lending, akumulasi outstanding pinjaman mencapai Rp23,94 triliun per Desember 2025 (tumbuh 22,39 persen YoY) yang disalurkan melalui lebih dari 7,15 juta rekening penerima pinjaman, dengan tingkat wanprestasi (TWP90) terkendali sebesar 3,29 persen.
Di sisi lain, total aset industri Dana Pensiun di Jawa Barat tercatat sebesar Rp22,25 triliun pada posisi Mei 2026, meskipun mengalami koreksi tipis sebesar 2,50 persen YoY dari posisi Mei 2025 yang sempat berada di angka Rp22,82 triliun.
Guna menjaga kelangsungan iklim investasi yang sehat, OJK Jawa Barat terus berkomitmen memperkuat pengawasan serta memperluas edukasi keuangan bagi masyarakat. Langkah ini dilakukan agar peningkatan angka inklusi keuangan senantiasa berbanding lurus dengan pemahaman literasi dan perlindungan konsumen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....