Waspadai Ancaman Serius Akibat Terlalu Lama Duduk bagi Kesehatan
- 28 Jan 2026 23:04 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Kemajuan teknologi di era modern memang memberikan kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan. Namun, tanpa disadari, perkembangan ini juga membuat ruang gerak manusia semakin terbatas.
Banyak aktivitas kerja kini dilakukan di depan komputer, yang mengharuskan seseorang duduk berjam-jam setiap hari. Belum lagi waktu tempuh menuju dan dari tempat kerja yang sebagian besar dihabiskan dengan duduk di kendaraan.
Kebiasaan tersebut, jika berlangsung terus-menerus, dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Terlebih apabila pola makan tidak terjaga dan aktivitas fisik sangat minim.
Baca juga : Cara Efektif Menghilangkan Lemak Perut
Lantas, apa saja risiko gangguan kesehatan akibat terlalu lama duduk? Berikut ulasannya, dikutip dari laman Hello Dokter.
1. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung
| Baca juga: Kenali Perbedaan Anak Aktif dan Hiperaktif |
Di dalam tubuh terdapat enzim lipoprotein lipase yang berfungsi membantu memecah lemak dalam darah untuk dijadikan energi. Namun, ketika tubuh terlalu lama berada dalam posisi duduk, kerja enzim tersebut menjadi tidak optimal.
Akibatnya, lemak tidak terbakar dan justru menumpuk dalam darah. Kondisi ini dapat menghambat aliran darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung dalam jangka panjang.
2. Memicu Diabetes Melitus Tipe 2
Penelitian yang dimuat dalam jurnal Diabetologia menunjukkan bahwa kebiasaan duduk terlalu lama setiap hari berkaitan erat dengan meningkatnya risiko diabetes melitus tipe 2. Hal ini disebabkan oleh perubahan metabolisme tubuh, terutama terjadinya resistensi insulin.
Ketika tubuh jarang bergerak, kemampuan sel untuk menyerap gula darah menurun sehingga pankreas harus bekerja lebih keras menghasilkan insulin. Jika berlangsung lama, kondisi ini dapat memicu diabetes.
3. Meningkatkan Risiko Overweight dan Obesitas
| Baca juga: Kenali Vertigo dan Cara Mencegahnya |
Terlalu banyak duduk juga berkontribusi terhadap kenaikan berat badan. Aktivitas fisik yang minim membuat pembakaran kalori tidak maksimal, sementara kebiasaan makan tetap berjalan, bahkan cenderung berlebihan.
Tanpa diimbangi olahraga teratur, lemak akan terus menumpuk dan menyebabkan overweight hingga obesitas.
4. Melemahnya Otot Tubu
Duduk dalam waktu lama membuat sebagian besar otot jarang digunakan, terutama otot perut dan otot inti tubuh. Padahal, saat berdiri atau bergerak, otot-otot tersebut bekerja untuk menopang tubuh.
Kurangnya penggunaan otot akibat kebiasaan duduk dapat menyebabkan otot melemah dan berkurangnya kekuatan tubuh secara keseluruhan.
5. Menurunnya Fungsi Otak
Meski bekerja di depan komputer melibatkan aktivitas berpikir, duduk terlalu lama justru dapat memperlambat fungsi otak. Saat tubuh bergerak, jantung memompa darah kaya oksigen ke otak sehingga merangsang pelepasan zat kimia yang mendukung kinerja otak.
Sebaliknya, posisi duduk terlalu lama membuat aliran darah dan oksigen ke otak melambat, yang dapat menurunkan konsentrasi dan fungsi kognitif.
6. Sakit dan Tegang pada Leher
Kebiasaan duduk dalam waktu lama, terutama dengan postur tubuh yang kurang baik, dapat menyebabkan ketegangan pada otot dan tulang leher. Tekanan berlebih pada tulang belakang serta cakram tulang belakang turut memperparah kondisi ini.
Akibatnya, muncul rasa kaku, nyeri, hingga sakit leher yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
7. Nyeri Punggung
Nyeri punggung merupakan salah satu keluhan yang paling sering dialami akibat terlalu lama duduk. Posisi duduk yang statis dan postur tubuh yang buruk menyebabkan otot punggung berkontraksi terus-menerus.
Kondisi tersebut dapat menyempitkan pembuluh darah dan menghambat aliran darah, sehingga memicu gangguan seperti iskemia atau kekurangan oksigen dan nutrisi pada jaringan.
Untuk mengurangi berbagai risiko tersebut, disarankan agar seseorang tidak duduk terlalu lama tanpa jeda. Luangkan waktu untuk berdiri, berjalan ringan, atau melakukan peregangan setiap satu hingga dua jam. Perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan tubuh dalam jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....