Penelitian Ungkap Risiko Bakteri Tahan Antibiotik pada Makanan

  • 22 Apr 2026 15:53 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Kasus keracunan makanan masih sering terjadi meski sistem keamanan pangan terus ditingkatkan. Gejala seperti mual dan kram perut kerap membuat orang lebih waspada terhadap kebersihan makanan.

Namun, risiko tidak hanya berasal dari cara penyimpanan atau pengolahan makanan yang kurang tepat. Ada ancaman lain yang jarang disadari, yaitu keberadaan bakteri yang tahan terhadap antibiotik.

Dilansir dari EatingWell, bakteri ini mampu bertahan dari pengobatan yang biasanya efektif membunuh kuman penyebab penyakit. Kondisi tersebut membuat infeksi menjadi lebih sulit ditangani dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa paparan bakteri tahan antibiotik bisa terjadi melalui rantai pasok makanan. Produk sehari-hari yang dibeli di toko atau supermarket dapat menjadi salah satu sumber paparan tersebut.

Para peneliti menganalisis berbagai bahan makanan seperti sayuran dan daging dari sejumlah toko berbeda. Sampel yang diperiksa mencakup kubis, selada, daging olahan, serta potongan ayam yang umum dikonsumsi.

Hasil penelitian menunjukkan keberadaan gen resistensi antibiotik ditemukan pada hampir seluruh sampel makanan. Temuan ini mengindikasikan bahwa potensi paparan tidak terbatas pada jenis toko atau tingkat ekonomi tertentu.

Temuan tersebut menegaskan bahwa isu keamanan pangan tidak hanya soal kebersihan, tetapi juga faktor biologis yang kompleks. Kesadaran masyarakat terhadap risiko ini dinilai penting untuk mencegah dampak kesehatan jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....