Wawali Kota Tasikmalaya Apresiasi Peran Warga Bantu Penanganan Masalah Sosial
- 05 Okt 2026 14:38 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Tasikmalaya - Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra mengapresiasi peran masyarakat membantu pemerintah daerah dalam menangani permasalahan sosial. Ia mengatakan, dengan bantuan masyarakat berbagai permasalahan sosial perlahan ditangani.
Peran masyarakat tersebut lanjut Diky, misalnya seperti keberadaan Yayasan Mentari Hati. Keberadaan yayasan ini, membantu pemerintah kota dalam penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), termasuk kelompok masyarakat lainnya.
“Seperti disini juga di Yayasan Ar-Risalah Al-Islamiyah. Disini yayasan memberdayakan ibu- ibu sekitar dan anak punk untuk mengelola lahan pertanian yang dikelola yayasan,” kata Diky, usai kunjungan ke Kebun BRP sekaligus Pembukaan Pelatihan Pembenihan Ikan Nila Kerjasama dengan Kemenaker -Yayasan Ar-Risalah Al-Islamiyah
di Kebun Santripreneur Madani – Alumni PPTQ Rumah Setia, Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Senin 5 Oktober 2026.
Diky mengatakan, dengan kondisi fiskal saat ini, pemerintah kota terbatas untuk melakukan banyak hal. Termasuk, dalam menangani anak punk, dan lainnya.
“Kemarin saja waktu di Al Manar ada yang nanya bagaimana penanganan orang- orang yang tidur di emperan toko. Ya saat ini saja kita bahkan tidak punya rumah singgah. Tapi, dengan peran serta masyarakat ini sangat membantu,” ujarnya.
Meski dengan keterbatasan kata Diky, pihaknya terus berupaya melakukan berbagai ikhtiar. Termasuk pemberdayaan masyarakat bekerjasama dengan para aghnia.
“Alhamdulillah untuk pemberdayaan masyarakat meski sedikit, ada subsidi Kangkung dan subsidi lele atau “Kang Sule” yang diberikan kepada masyarakat. Ini bukan dari APBD. Alhamdulillah sudah banyak yang panen. Mudah- mudahan membantu,” katanya.
Program ini lanjut Diky akan terus dikembangkan dengan harapan semakin banyak menyasar berbagai masyarakat.”katanya ya, tapi harus dipastikan lagi, tahun ini masuk dalam APBD,” ucapnya.
Sementara itu perwakilan Yayasan Ar-Risalah Al-Islamiyah Uu Badruzaman mengatakan, pihaknya memberdayakan sedikitnya empat orang anak punk. Menurut Uu, anak punk jika diberdayakan memiliki kemauan dan kemampuan dalam mengelola lahan.
“Karena sekarang sudah mulai panen, sekarang bagian ibu- ibu sekitar sini yang bekerja. Anak punk sebelumnya, pada proses awal,” katanya.
Untuk hasil panen sendiri, Uu mengatakan, sebelum panen besar, yayasan memberi kesempatan untuk warga sekitar menikmati hasil panen.” Tadinya mau kita jual ke pasar, tapi karena harganya tidak stabil, kami ingin mengolah cabai ini menjadi produk jadi. Sehingga nanti yang dijual itu produk jadi seperti sambal,” ujarnya.
Tidak hanya sebagai lahan pertanian produktif, Yayasan juga akan menjadikan lahan pertanian ini sebagai wisata edukasi dan pelatihan. “Hanya saja saat ini kami terkendala dengan berbagai hal, seperti penerangan, dan pengairan untuk pertanian,” katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....