Sumpah Pemuda: Siti Muntamah Dorong Pemuda Berkarya, Berintegritas
- 28 Okt 2025 11:50 WIB
- Bandung
KBRN,Bandung: Peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2025 menjadi refleksi penting bagi generasi muda Indonesia, khususnya di Jawa Barat. Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar, Siti Muntamah Oded, menyampaikan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus menjadi fondasi dalam membangun masa depan bangsa yang lebih adil, makmur, dan religius.
“Tahun 1928 adalah titik kesadaran pemuda untuk bersatu menyelamatkan Indonesia menuju kemerdekaan. Hari ini, masa depan kita tergantung pada mimpi-mimpi para pemuda,” ujar Siti Muntamah, Selasa (28/10/2025).
Baca juga:Encep, Sumpah Pemuda Tonggak Menyongsong Generasi Emas Indonesia
Ia mengajak para pemuda dan orang tua untuk memastikan anak-anak muda memiliki mimpi besar tentang Indonesia yang lebih baik. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila, terutama sila pertama tentang Ketuhanan Yang Maha Esa, harus menjadi landasan dalam setiap karya dan langkah pemuda.
“Dengan pertolongan Allah SWT, insyaallah karya pemuda bisa menjawab tantangan masa depan, apapun bentuknya,” tambahnya.
Siti juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi pemuda saat ini, terutama dalam menyongsong bonus demografi. Ia menekankan empat pesan utama:
- Pemuda harus adaptif terhadap zaman dan menyiapkan ilmu serta keterampilan.
- Pemuda wajib belajar, minimal 12 tahun, demi peningkatan indeks pembangunan pemuda.
- Pemuda harus sehat, menjauhi rokok dan menjaga gaya hidup aktif melalui gerakan masyarakat sehat.
- Pemuda harus berkarya, menjadi pribadi mandiri, berilmu, dan berintegritas.
Namun, ia juga mengingatkan sejumlah tantangan serius yang masih dihadapi pemuda Jawa Barat:
- 74% perokok muda berasal dari Jabar
- Perkawinan anak masih tinggi
- Kejahatan seksual menjadi catatan merah
- 14% pemuda menyumbang angka pengangguran nasional
“Ini PR besar yang harus dijawab oleh para pemuda. Pemerintah telah menggagas berbagai kebijakan sebagai akselerator agar mereka lebih mandiri dalam berkarya,” jelasnya.
Siti Muntamah juga mengapresiasi program pendidikan demokrasi yang digagas DPRD Jabar untuk pelajar. Menurutnya, program ini membuka ruang diskusi dan edukasi antara pemangku kebijakan dan generasi muda.
“Di tengah banjir informasi dan dominasi media sosial, pendidikan demokrasi menjadi jalan penting untuk membentuk pemahaman yang seimbang dan mewujudkan mimpi pemuda,” ujarnya.
Ia berharap 120 anggota DPRD Jabar dari seluruh dapil dapat terus mendekatkan diri kepada pemuda, mendengar aspirasi mereka, dan membangun kebijakan yang berpihak pada masa depan generasi muda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....