Media Berperan Menentukan Pembangunan Ketahanan Keluarga

  • 21 Jul 2026 17:39 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Peran media dinilai semakin menentukan dalam membangun ketahanan keluarga di tengah kehidupan masyarakat yang kian bergantung pada ruang digital. Karena itu, penyebaran informasi perlu diimbangi dengan penguatan literasi agar masyarakat mampu menyikapi berbagai konten secara bijak.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Barat, Ari Antari Ratna Dewi, mengatakan media memiliki tanggung jawab lebih dari sekadar menyampaikan informasi. Menurutnya, media perlu menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi digital yang berdampak pada penguatan keluarga.

“Media tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab membangun literasi yang mampu memperkuat ketahanan keluarga di era digital,” ujar Ari pada kegiatan Penguatan Peran Media Peduli Keluarga yang diselenggarakan DP3AKB Jawa Barat di Rooftop Kantor DPRD Jawa Barat, Senin, 20 Juli 2026.

Kegiatan tersebut diikuti jurnalis, insan media, dan kreator konten dari berbagai daerah di Jawa Barat. Peserta memperoleh penguatan kapasitas mengenai optimalisasi media dalam mendukung pembangunan keluarga di era digital.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Siti Muntamah, menilai keluarga harus tetap mampu menjalankan fungsi pengasuhan meski tantangan digital semakin kompleks. Ia menekankan kolaborasi dengan media diperlukan untuk menciptakan ruang digital yang aman dan ramah bagi anak.

“Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun komitmen dan sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, media, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan keluarga berkualitas di Jawa Barat,” kata Siti.

Wakil Ketua KPID Jawa Barat, Almadina Rakhmaniar, menyebut keluarga tetap menjadi benteng utama dalam membangun ketahanan digital. Pendampingan orang tua dinilai menjadi kunci agar anak mampu menghadapi derasnya arus informasi.

"Orang tua memiliki peran penting dalam mendampingi anak menghadapi derasnya arus informasi di dunia digital," kata Almadina.

Dalam kesempatan itu, Almadina juga mengenalkan program storytelling yang dikembangkan KPID Jawa Barat sebagai sarana edukasi literasi digital bagi anak usia dini. Program tersebut diarahkan untuk membangun kebiasaan bermedia yang sehat sejak dini.

DP3AKB, DPRD, dan KPID Jawa Barat berharap media, jurnalis, serta kreator konten terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan informasi yang edukatif dan inspiratif. Sinergi tersebut dipandang penting untuk memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia di Jawa Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....