Pemkot Bandung Perkuat Upaya Mitigasi Bencana di KBU

  • 27 Jan 2026 09:18 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat upaya mitigasi bencana di Kawasan Bandung utara (KBU), khususnya potensi longsor dan banjir di Kelurahan Pasirwangi, Kecamatan Ujungberung, yang dikenal memiliki kontur perbukitan serta tingkat kerawanan bencana cukup tinggi.

Walikota Bandung M Farhan menekankan pentingnya pemetaan risiko bencana yang lebih detail dan berbasis lokasi, bukan sekadar gambaran umum wilayah.

“Memang hampir semua kelurahan di Ujungberung memiliki potensi longsor. Tapi yang saya butuhkan adalah gambaran yang spesifik. Di mana titik rawannya, apa penyebabnya, dan solusi apa yang paling tepat untuk masing-masing lokasi,” ujar Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan saat kegiatan Siskamling Siaga Bencana di Kelurahan Pasirwangi, Kecamatan Ujungberung, Selasa 27 januari 2026.

Menindaklanjuti laporan warga terkait potensi longsor dan genangan air, Farhan langsung menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) bersama tim kewilayahan untuk melakukan survei lapangan. Survei tersebut difokuskan pada kondisi drainase, aliran sungai, serta infrastruktur penunjang lainnya.

“Tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Hari ini juga harus disurvei supaya kita tahu apakah penanganannya bisa dilakukan secara cepat atau harus masuk ke dalam perencanaan anggaran,” tegasnya.

Baca juga : Pemkot Bandung Siapkan Cadangan BTT 29 Miliar Antisipasi Bencana

Farhan menambahkan, upaya mitigasi bencana tidak hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi harus berjalan beriringan dengan kesiapsiagaan masyarakat. Melalui siskamling siaga bencana, warga diharapkan aktif melakukan pemantauan lingkungan serta segera melaporkan jika muncul tanda-tanda potensi bencana.

“Pemerintah siaga, masyarakat juga harus siaga. Pelaporan cepat dari warga sangat menentukan agar penanganan bisa dilakukan sebelum bencana terjadi,” ucapnya.

Sementara itu, Lurah Pasirwangi, Meli Susanti, menjelaskan bahwa di wilayahnya pernah terjadi longsor di RW 3 dan RW 9. Selain itu, potensi banjir juga masih menjadi perhatian, khususnya di RW 1 yang mencakup kawasan Pasar Ujungberung dan Jalan A.H. Nasution.

“Untuk penanganan longsor, kami selalu berkoordinasi dengan BPBD, DSDABM, dan Dinas Sosial. Alhamdulillah, setiap ada laporan, respons dari perangkat daerah cukup cepat,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa genangan air kerap terjadi akibat pendangkalan anak Sungai Cipanjalu yang melintasi RW 2, RW 3, dan RW 10. Kondisi tersebut dinilai memperlambat aliran air saat hujan deras.

“Permasalahan pendangkalan sungai sudah kami usulkan dalam Musrenbang melalui skema padat karya, agar selain mengurangi risiko banjir, juga bisa memberdayakan masyarakat sekitar,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....