Pemkot Bandung Siapkan Cadangan BTT 29 Miliar Antisipasi Bencana

  • 27 Jan 2026 08:59 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan kesiapsiagaan anggaran dalam menghadapi potensi bencana dengan menyiapkan cadangan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) yang dapat dimobilisasi sewaktu-waktu sesuai kebutuhan di lapangan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa hingga saat ini Pemkot Bandung masih memiliki sisa cadangan BTT sekitar Rp29 miliar. Dana tersebut tetap tersedia meskipun sebagian anggaran sebelumnya telah digunakan untuk penanganan persoalan sampah di Kota Bandung.

“Untuk angka pastinya saya tidak ingin keliru, nanti bisa dikonfirmasi ke Pak Sekda. Yang jelas, cadangan BTT saat ini tersisa sekitar Rp29 miliar, setelah sebagian digunakan untuk penanganan sampah,” ujar Farhan usai kegiatan di Balai Kota Bandung, Selasa 27 Januari 2026.

Farhan menjelaskan, dana BTT tersebut bersifat fleksibel dan dapat dialihkan dengan cepat apabila terjadi kondisi darurat atau bencana. Menurutnya, anggaran tanggap bencana rutin yang tersedia setiap tahun berada di kisaran Rp3 miliar, namun Pemkot memiliki cadangan kas yang bisa disesuaikan sesuai situasi.

“Itu anggaran tanggap bencana biasa, tidak terlalu besar, sekitar Rp3 miliar. Tetapi cadangan kas kita, insyaallah, bisa dengan mudah dialihkan apabila terjadi bencana,” katanya.

Baca juga : Pencarian Korban Dilanjutkan, Total Dievakuasi 34 Kantong Jenazah

Ia menegaskan, meskipun sebagian anggaran telah dialokasikan untuk penanganan sampah, Pemkot Bandung tetap memprioritaskan kesiapan dana bagi kebutuhan darurat, termasuk bencana hidrometeorologi yang berpotensi terjadi akibat cuaca ekstrem.

Farhan juga menyinggung peran Pemkot Bandung dalam membantu penanganan bencana di wilayah Bandung Barat. Bantuan yang diberikan bersifat tanggap darurat, meliputi pengerahan personel serta penyaluran logistik yang telah tersedia di gudang pemerintah.

“Bantuan yang kita berikan lebih kepada respons cepat, seperti personel dan logistik yang memang sudah tersedia,” ucapnya.

Saat ini, Pemkot Bandung masih mengerahkan dua satuan pemadam kebakaran untuk membantu proses penanganan di lapangan, khususnya dalam evakuasi korban di area berlumpur. Metode penyemprotan air digunakan untuk mempermudah evakuasi, mengingat penggunaan alat berat tidak memungkinkan pada kondisi medan tertentu.

Farhan berharap, berbagai langkah antisipatif yang dilakukan Pemkot Bandung, baik dari sisi kesiapan anggaran maupun dukungan sumber daya di lapangan, dapat meminimalkan risiko serta dampak bencana terhadap warga, khususnya masyarakat Kota Bandung.

" Antisipatif yang dilakukan Pemkot Bandung, baik dari sisi kesiapan anggaran maupun dukungan sumber daya di lapangan, dapat meminimalkan risiko serta dampak bencana terhadap warga," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....