Pemkot Bandung Libatkan BRIN, Perguruan Tinggi Perkuat Tata Kelola Persampahan

  • 24 Jul 2026 12:36 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat upaya pengelolaan sampah dengan melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), perguruan tinggi, serta berbagai lembaga penelitian. Kolaborasi tersebut dilakukan agar kebijakan dan pengelolaan persampahan di Kota Bandung berjalan berdasarkan kajian ilmiah dan bukti yang kuat (evidence-based).

‎Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, keterlibatan BRIN menjadi fondasi penting dalam merumuskan kebijakan pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

‎"Kalau dari BRIN, pada dasarnya semua kebijakan dan kegiatan kita memang harus berbasis ilmiah, berbasis bukti (evidence-based). BRIN sebagai Badan Riset dan Inovasi Nasional memberikan dasar yang sangat kuat untuk kita manfaatkan bersama," ujar Farhan, Jumat 24 Juli 2026.

‎Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi dan Satgas Citarum Harum juga memberikan kontribusi besar dalam pengembangan sistem pengelolaan sampah di Kota Bandung.


‎"Keterlibatan perguruan tinggi dalam hal ini sangat kami hargai. Kolaborasi bersama Satgas Citarum Harum juga memberikan manfaat yang luar biasa," katanya.

‎Farhan menjelaskan, tantangan utama saat ini bukan lagi menemukan teknologi baru, melainkan bagaimana menerapkan dan mengoptimalkan teknologi yang sudah tersedia agar memberikan hasil maksimal.

‎"Inovasi selanjutnya lebih kepada manajemen penerapan teknologi. Teknologinya sudah banyak ditemukan. Tantangannya sekarang ada dua, yaitu penerapan dan optimalisasi. Dengan demikian, penerapan dan optimalisasi itu nantinya akan bermuara pada tata kelola persampahan yang ada di dinas," ujarnya.

‎Ia juga mendorong seluruh kecamatan untuk berlomba meningkatkan kinerja pengelolaan sampah. Menurutnya, penghargaan yang diraih sejumlah kelurahan dan kecamatan harus menjadi motivasi bagi wilayah lain untuk terus berinovasi.

‎"Kalau sudah ada kelurahan dan kecamatan yang mendapatkan penghargaan, maka yang lain juga harus menggalang semangat supaya bisa diakui prestasinya," ucapnya.

‎Farhan mengakui masih terdapat sejumlah wilayah yang menghadapi tantangan cukup besar dalam pengelolaan sampah, di antaranya Kecamatan Babakan Ciparay dan Gedebage. Namun, menurutnya, persoalan tersebut pada dasarnya hampir merata di seluruh wilayah Kota Bandung karena tingginya tingkat kepadatan penduduk.

‎"Yang masih belum optimal, yang paling berat Babakan Ciparay. Gedebage juga tidak ringan sama sekali. Sebetulnya kalau soal berat, ya rata. Semuanya berat karena tingkat kepadatannya sama," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....