Bandung Perlu Perbaikan Infrastruktur dan Traffic Light Berbasis AI
- 23 Jan 2026 21:06 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Kota Bandung kembali menyandang predikat sebagai kota termacet di Indonesia. Hal tersebut berdasarkan laporan TomTom Traffic Index 2025 yang menempatkan Bandung sebagai kota dengan tingkat kemacetan tertinggi secara nasional. Kondisi ini pun menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bandung.
Wali Kota Bandung M Farhan menilai, predikat tersebut merupakan tantangan besar yang harus dijawab dengan langkah konkret dan terukur. Ia mengakui bahwa persoalan lalu lintas di Kota Bandung hingga kini masih belum tertangani secara tuntas.
“Jadi memang TomTom Traffic kembali mengeluarkan survei dan menyebutkan bahwa kita masih menjadi kota paling macet. Saya kira ini merupakan sebuah tantangan bagi kita semua untuk menunjukkan bahwa penanganan masalah lalu lintas di Kota Bandung masih memang belum tuntas,” ujar Farhan, jumat 23 Januari 2026.
Menurutnya, Pemerintah Kota Bandung telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi, khususnya di titik-titik rawan dan pada jam sibuk. Langkah pertama yang akan dilakukan adalah memperbaiki infrastruktur jalan secara menyeluruh.
“Hal pertama yang kami lakukan adalah memperbaiki semua infrastruktur jalan. Jalan-jalan yang rusak atau tidak optimal tentu akan berdampak pada kelancaran arus lalu lintas,” katanya.
Baca juga : Bandung Sandang Predikat Kota Termacet di Indonesia
Selain itu, Pemkot Bandung juga akan melakukan pembenahan terhadap sistem lampu lalu lintas atau Automatic Traffic Control System (ATCS). Sistem ini dinilai perlu disempurnakan agar mampu menyesuaikan dengan kondisi lalu lintas yang dinamis di perkotaan.
“Nah, sistem traffic lights atau ATCS ini akan kita perbaiki dan disempurnakan. Kita sudah saatnya mengaplikasikan teknologi kecerdasan buatan atau AI untuk pengaturan traffic lights di seluruh Kota Bandung,” katanya.
Dengan penerapan teknologi berbasis AI, diharapkan pengaturan lampu lalu lintas dapat lebih adaptif terhadap volume kendaraan, sehingga mampu mengurangi kepadatan di persimpangan dan memperlancar arus kendaraan.
Farhan menegaskan, upaya ini tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, melainkan membutuhkan dukungan dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas.
" Dengan kombinasi perbaikan infrastruktur, pemanfaatan teknologi, serta partisipasi masyarakat, persoalan kemacetan di Kota Bandung dapat berangsur-angsur teratasi," tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....