Bandung Sandang Predikat Kota Termacet di Indonesia
- 23 Jan 2026 14:28 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Kota Bandung kembali menyandang predikat sebagai kota termacet di Indonesia. Berdasarkan laporan TomTom Traffic Index 2025, tingkat kemacetan di Kota Bandung mencapai 64,1 persen dengan kecepatan rata-rata kendaraan hanya 18,5 kilometer per jam. Capaian tersebut menempatkan Bandung di posisi pertama kota termacet di Indonesia, kelima di Asia, dan peringkat ke-16 di dunia.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Rasdian Setiadi, menjelaskan bahwa kondisi kemacetan di Bandung tidak terjadi sepanjang hari. Menurutnya, kepadatan lalu lintas paling tinggi umumnya terjadi pada jam sibuk pagi hari, khususnya saat aktivitas masyarakat menuju tempat kerja dan sekolah.
“Macet di Kota Bandung biasanya hanya terjadi pada jam kerja, terutama pagi hari antara pukul 06.00 WIB hingga 08.00 WIB. Setelah itu, kondisi lalu lintas relatif lebih lancar, meskipun banyak anggapan bahwa Bandung selalu macet,” ujar Rasdian, Jumat 23 Januaruli 2026.
Rasdian mengungkapkan, titik-titik kemacetan terparah tersebar di berbagai wilayah Kota Bandung. Untuk wilayah selatan, kepadatan lalu lintas kerap terjadi pada arus timur ke barat, mulai dari Cibiru menuju Cibeureum. Sementara itu, kemacetan dari arah barat banyak ditemukan pada jalur Junjunan, terutama dari arah Gunung Halu Cimahi menuju Bandung.
“Titik lainnya juga terjadi dari arah timur melalui jalur Cibiru, Cicaheum, Antapani, dan kawasan sekitarnya. Hampir semua arah memiliki titik rawan kemacetan,” jelasnya.
Baca juga : Satpol PP Antisipasi PKL Musiman Jelang Ramadan
Terkait laporan TomTom, Rasdian menilai adanya perbedaan persepsi dalam perhitungan tingkat kemacetan. Ia menyebut, data tersebut kemungkinan juga diambil pada saat akhir pekan atau libur panjang, yang menyebabkan hasil pengukuran menjadi lebih tinggi.
“Sebagai contoh, jalur dari Tol Pasteur menuju Lembang sering dihitung sebagai wilayah Bandung, padahal Lembang masuk ke wilayah Kabupaten Bandung Barat. Jadi, perhitungannya tentu bisa berbeda,” ucapnya.
Meski demikian, Pemerintah Kota Bandung terus berupaya menekan angka kemacetan melalui berbagai langkah strategis. Mulai dari perbaikan infrastruktur jalan, rekayasa lalu lintas, hingga optimalisasi manajemen transportasi di sejumlah titik rawan.
Selain itu, Dishub juga terus mengedukasi masyarakat agar lebih memanfaatkan transportasi umum dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, terutama pada jam-jam sibuk.
“Kami menekankan pentingnya pengaturan lalu lintas yang tepat dan kolaborasi semua pihak, termasuk masyarakat, untuk bersama-sama mengurangi kepadatan kendaraan di titik-titik rawan macet,” tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....