Satpol PP Kota Bandung Amankan Teras Cihampelas 24 Jam
- 23 Jan 2026 12:19 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung memastikan pengamanan kawasan Teras Cihampelas dilakukan selama 24 jam penuh. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bandung sebagaimana disampaikan langsung oleh Wali Kota Bandung, guna menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan kawasan tersebut.
Kepala Satpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi, mengatakan pengamanan Teras Cihampelas dilakukan melalui kerja sama lintas perangkat daerah, salah satunya dengan Cipta Bintar di Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM). Dalam skema pengamanan tersebut, terdapat sembilan pintu akses yang dijaga secara ketat.
“Pengamanan Teras Cihampelas sesuai dengan komitmen Pak Wali Kota, Satpol PP bertugas mengamankan selama 24 jam. Saat ini kami bekerja sama dengan Cipta Bintar DSDABM. Ada sembilan pintu akses, dan pada malam hari semuanya ditutup serta tidak diperbolehkan digunakan untuk kepentingan masyarakat,” ujar Bambang, Jumat 23 Januari 2026.
Penutupan akses tersebut, dilakukan bukan tanpa alasan. Berdasarkan laporan dan berbagai informasi yang masuk, kawasan Teras Cihampelas kerap disalahgunakan untuk aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, seperti nongkrong hingga konsumsi minuman beralkohol.
“Ini menyangkut keamanan. Dari berbagai laporan yang kami terima, kawasan tersebut kadang digunakan untuk kegiatan yang melanggar aturan. Oleh karena itu, sembilan akses masuk kami tutup. Hanya dua akses yang tetap dibuka untuk mobilisasi warga agar masyarakat masih bisa memanfaatkan area Teras Cihampelas,” jelasnya.
Baca juga : Jabar Siapkan Kompetensi Pengasuh Lansia, Ini Sasarannya
Dua akses pintu tersebut hanya dibuka pada jam-jam tertentu sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara pada malam hari, seluruh akses, termasuk dua pintu tersebut, akan ditutup sepenuhnya demi menjaga keamanan kawasan.
“Untuk Satpol PP sendiri, pengamanan tetap dilakukan 24 jam dengan pembagian tiga shift,” katanya.
Ia mengakui, meskipun secara ideal Teras Cihampelas seharusnya steril untuk sementara waktu, antusiasme masyarakat untuk berkunjung masih cukup tinggi. Oleh karena itu, fokus utama Satpol PP adalah memastikan tidak terjadi pelanggaran aturan maupun tindakan yang berpotensi merugikan pengunjung.
“Yang paling penting bagi kami adalah memastikan tidak ada perilaku yang melanggar aturan. Keamanan dan ketertiban tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Terkait keberadaan pedagang, Bambang menyebut untuk sementara masih diperbolehkan beraktivitas. Namun, Dinas Koperasi dan UKM (KUKM) telah menyatakan kesiapan apabila nantinya diperlukan langkah relokasi sebagai bagian dari kebijakan penataan kawasan.
“Pedagang sementara masih ada. Tapi dari KUKM juga sudah menyampaikan kesiapan apabila sewaktu-waktu perlu dilakukan relokasi,” katanya.
Menurut Bambang, seluruh langkah pengamanan ini merupakan bagian dari proses pengamanan kawasan dari awal hingga akhir. Satpol PP berkomitmen menjaga Teras Cihampelas agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti tindak kriminal atau kehilangan barang.
“Kami mengamankan dari awal sampai selesai. Tujuannya supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Soal kebijakan lanjutan tentu berada di tangan pimpinan,” tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....