Sempat Diretas, Akun Instagram KPID Jabar Kini Kembali Pulih

  • 20 Jul 2026 16:44 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Akun Instagram resmi Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Barat akhirnya kembali beroperasi secara normal. Sebelumnya, akun media sosial tersebut sempat dikuasai oleh pihak yang tidak bertanggung jawab pada, Kamis 16 Juli 2026 dan disalahgunakan untuk melancarkan dugaan aksi penipuan.

Ketua KPID Jawa Barat, Adiyana Slamet, mengonfirmasi bahwa pemulihan akun tersebut berhasil dilakukan berkat respons cepat dari tim internal. Upaya pengembalian akses dilakukan secara intensif segera setelah aksi peretasan terdeteksi.

Menurut Adiyana, insiden peretasan tersebut pertama kali diketahui terjadi pada tanggal 16 Juli 2026. Setelah menyadari adanya aktivitas tidak wajar, pihaknya langsung berkoordinasi untuk melakukan langkah-langkah penyelamatan digital.

Proses pemulihan akun komisi penyiaran daerah ini memakan waktu beberapa hari. Berkat kerja keras tim teknis yang menangani gangguan siber tersebut, kendali atas akun Instagram resmi KPID Jabar berhasil direbut kembali.

"Alhamdulillah pada hari Jumat sore, akun KPI Daerah Provinsi Jawa Barat bisa normal kembali," ujar Adiyana Slamet saat memberikan keterangan di Bandung. Senin 20 Juli 2026.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kesigapan tim teknologi informasi (IT) yang dimiliki oleh KPID Jawa Barat. Tim tersebut langsung bergerak melakukan pelacakan dan pemulihan sistem begitu aksi peretasan terjadi.

"Ini berkat kawan-kawan, tim IT yang sigap untuk coba memulihkan kembali akun Instagram KPI Jawa Barat dari peretas yang tidak bertanggung jawab," tambahnya.

Menyikapi kejadian ini, KPID Jawa Barat juga mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat luas. Warga diminta untuk lebih selektif dan waspada dalam menyerap setiap informasi yang beredar di media sosial.

Adiyana mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya pada unggahan atau pesan yang mengatasnamakan lembaga formal, terlebih jika isi informasi tersebut terasa janggal dan di luar kebiasaan.

"Himbauan kepada masyarakat, jangan mudah percaya terhadap informasi-informasi yang diterima, apalagi sifatnya itu berbeda dari pola kebiasaan," tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi ke depan, masyarakat diharapkan selalu mengedepankan prinsip verifikasi. Melakukan pengecekan ulang terhadap setiap informasi dinilai menjadi kunci utama agar terhindar dari modus penipuan daring.

"Tentu harus coba cek dan cross-check terhadap informasi yang ada, baik itu di akun-akun atas nama KPI Daerah Provinsi Jawa Barat atau informasi yang lainnya," pungkas Adiyana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....