Kasus DBD di Kota Bandung Turun Drastis Sepanjang 2025

  • 15 Jan 2026 13:35 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Bandung menunjukkan penurunan yang signifikan sepanjang tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, hingga November 2025 jumlah kasus DBD tercatat sekitar 3.000-an kasus, turun drastis dari tahun 2024 yang mencapai lebih dari 7.000 kasus.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bandung, Dadan Mulyana Kosasih, mengatakan penurunan tersebut merupakan capaian yang patut disyukuri. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kewaspadaan tetap harus dijaga.

“Tahun 2025 kasusnya ada 3.000 sekian, sementara tahun 2024 itu 7.000 sekian. Jadi penurunannya luar biasa. Ini bisa karena faktor pola penyakit, atau memang karena upaya penanggulangan kita yang semakin baik. Mudah-mudahan memang karena penanganan kita semakin optimal,” ujar Dadan, Kamis 15 Januari 2026.

Terkait laporan kasus DBD di awal Januari 2026, Dadan menyebutkan bahwa hingga dua pekan pertama tahun ini, kasus sudah mulai ditemukan meski angka pastinya masih menunggu rekapitulasi resmi dari fasilitas pelayanan kesehatan.

“Angka pastinya belum ada karena ini baru dua minggu dan masih proses pelaporan. Tapi sejauh ini masih aman, belum ada laporan kematian. Biasanya kalau ada kematian akibat DBD, notifikasinya langsung masuk,” jelasnya.

Baca juga : Cuaca Ekstrem Picu Kerentanan ISPA di Bandung

Dadan menambahkan, berdasarkan pola statistik beberapa tahun terakhir, penurunan kasus DBD biasanya diikuti dengan potensi kenaikan pada periode berikutnya. Oleh karena itu, pihaknya secara rutin mengingatkan aparat kewilayahan hingga tingkat kelurahan agar terus meningkatkan kewaspadaan.

“Kalau dari statistik beberapa tahun, setelah penurunan biasanya selalu ada kenaikan. Makanya melalui sistem kewaspadaan di kelurahan, kita selalu sampaikan agar tetap waspada terhadap demam berdarah,” katanya.

Faktor cuaca juga menjadi perhatian utama. Curah hujan yang tinggi dan terjadi hampir setiap hari berpotensi meningkatkan tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

“Apalagi sekarang hujan hampir setiap hari. Potensi perindukan nyamuk selalu ada. Maka masyarakat diharapkan selalu waspada dan rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk,” ucapnya.

Dadan juga mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala yang mengarah pada DBD.

“Kalau ada demam tinggi dan tidak mereda meski sudah minum obat penurun panas, jangan ditunggu lama. Segera berobat ke puskesmas. Nanti akan diperiksa oleh dokter untuk memastikan apakah itu indikasi demam berdarah atau bukan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa DBD masih merupakan penyakit yang berpotensi mengancam jiwa. Meski demikian, Dinkes Kota Bandung bersyukur karena sepanjang tahun 2025 tidak tercatat adanya korban meninggal dunia akibat DBD.

“Demam berdarah ini masih mengancam jiwa. Tapi Alhamdulillah, saat ini tidak ada korban meninggal. Ini tentu berkat peran bersama antara pemerintah dan masyarakat,” tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....