UPT Pembibitan Tanaman Bandung Produksi Bibit Mandiri

  • 12 Agt 2026 14:58 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya menjaga keberadaan ruang terbuka hijau sekaligus mempercantik lingkungan kota melalui produksi bibit tanaman hias secara mandiri.

‎Upaya tersebut dilakukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pembibitan Tanaman di bawah Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung. UPT Pembibitan memiliki tugas memperbanyak bibit tanaman hias untuk memenuhi kebutuhan taman kota, median jalan, trotoar, hingga permohonan dari sejumlah lembaga di tingkat kewilayahan.

‎‎Plh Kepala UPT Pembibitan Tanaman Kota Bandung, Dian Garnadi, mengatakan produksi bibit menjadi salah satu upaya untuk memastikan kebutuhan tanaman hias di berbagai ruang publik tetap tersedia.

‎“UPT Pembibitan ini tugasnya memperbanyak bibit-bibit tanaman hias. Nantinya ditanam di median jalan, trotoar, taman dan ada juga yang diberikan kepada pemohon di wilayah seperti kelurahan dan kecamatan,” ujar Dian di UPT Pembibitan Tanaman Kota Bandung, Rabu 12 Agustus 2026.


‎Menurut Dian, kebutuhan tanaman untuk taman-taman milik Pemkot Bandung menjadi prioritas. Sementara itu, masyarakat maupun lembaga yang membutuhkan tanaman dapat mengajukan permohonan sesuai prosedur dan bergantung pada ketersediaan stok.‎
‎“Utamanya kita melayani bidang taman untuk memperbaiki taman-taman kita dulu. Kalau ada pemohon kita berikan sesuai dengan tanaman yang tersedia di sini,” katanya.
‎‎Tanaman yang diberikan kepada pemohon tidak dipungut biaya. Namun, layanan tersebut saat ini lebih diperuntukkan bagi lembaga di tingkat kewilayahan, seperti kelurahan, kecamatan, maupun lembaga kewilayahan lainnya.
‎‎Setiap permohonan harus disertai surat resmi. Pengeluaran tanaman kemudian dicatat melalui berita acara serah terima sebagai bagian dari administrasi sekaligus pengawasan stok.



‎Manfaatkan Tanaman dari Taman Kota.
‎‎Menariknya, proses pembibitan di UPT Pembibitan dilakukan dengan sistem perbanyakan tanaman secara mandiri. Ketika stok tanaman mulai berkurang, petugas tidak selalu membeli bibit baru, melainkan memanfaatkan tanaman yang sudah tumbuh di sejumlah taman kota untuk diperbanyak kembali.
‎‎Salah satu metode yang digunakan adalah stek. Tanaman yang telah tumbuh cukup tinggi di taman kota maupun kawasan jalan dipilih untuk diambil bagian yang dapat dikembangkan menjadi bibit baru.
‎‎“Untuk produksi dan reproduksi kita menyetek. Bibitnya kita ambil dari taman-taman kota, seperti Taman Maluku, Taman Pramuka, pinggir jalan atau trotoar. Tanaman yang sudah tinggi kita stek lagi kemudian dibibitkan di sini,” jelas Dian.
‎‎Dengan pola tersebut, siklus produksi tanaman dapat terus berjalan. Bibit hasil stek kemudian dipelihara hingga siap ditanam maupun didistribusikan kepada pemohon.
‎‎Namun, kondisi cuaca dapat memengaruhi ketersediaan tanaman. Dian menyebut saat terjadi kemarau panjang beberapa tahun lalu, petugas bahkan harus mencari sumber tanaman hingga luar daerah karena sebagian tanaman di Kota Bandung mengalami kekeringan.
‎‎“Waktu kemarau panjang dua atau tiga tahun lalu, kita sampai mencari ke Ciwidey dan Subang karena kekeringannya ekstrem,” ungkapnya.


‎‎Proses pembibitan dimulai dengan menyiapkan media tanam, seperti tanah, kompos, dan pupuk kandang. Bibit hasil stek kemudian ditanam ke dalam polibeg untuk menjalani proses perawatan.
‎‎Jika ditemukan hama, tanaman terlebih dahulu mendapatkan penanganan agar pertumbuhannya tetap sehat. Setelah akar tumbuh dan tanaman dinilai cukup kuat, bibit dapat diberikan kepada pemohon.
‎‎“Dari nol kita bibitkan. Kita menyetek bibit yang tersedia, kemudian polibeg dan media tanam disiapkan. Setelah akar keluar dan tanaman sehat baru bisa didistribusikan,” katanya.
‎‎Secara ideal, bibit membutuhkan waktu hingga sekitar tiga minggu sebelum dapat diberikan kepada pemohon. Namun, dalam praktiknya, tanaman terkadang sudah diambil setelah sekitar satu minggu apabila kondisinya dinilai telah siap.
‎‎Layanan UPT Pembibitan tersebut tidak hanya mendukung kebutuhan internal Pemkot Bandung, tetapi juga membantu penghijauan di tingkat kewilayahan.
‎‎Selain tanaman hias yang umum digunakan untuk mempercantik taman, UPT Pembibitan juga menyediakan berbagai jenis tanaman yang disesuaikan dengan karakter lanskap Kota Bandung.


‎‎Beberapa di antaranya digunakan untuk memperindah ruas jalan dan kawasan publik, termasuk tanaman yang identik dengan Kota Bandung seperti patrakomala.
‎‎“Jenis tanamannya biasanya disesuaikan dengan nama jalan atau konsepnya. Ada Soka, kemudian tanaman khas Kota Bandung seperti Patrakomala,” ungkap Dian.
‎‎Bagi lembaga kewilayahan yang ingin memperoleh tanaman, prosedurnya relatif sederhana selama persyaratan administrasi telah dipenuhi. Pemohon dapat mengajukan surat secara daring maupun fisik, kemudian tanaman diberikan sesuai dengan ketersediaan.
‎‎Dian menegaskan, layanan tersebut merupakan bagian dari pelayanan pemerintah kepada masyarakat dan tidak dikenakan biaya.
‎“Gratis, karena ini pemerintah. Pegawainya juga dibayar pemerintah,” tandasnya.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....