ACPID 2026, Perkuat Kolaborasi Asia Hadapi Ancaman Penyakit Infeksi Anak

  • 14 Agt 2026 18:38 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Indonesia kembali menjadi bagian penting dalam penguatan kolaborasi kesehatan anak di tingkat internasional. Bandung dipercaya menjadi tuan rumah 12th Asian Congress of Pediatric Infectious Diseases (ACPID) 2026 yang digelar bersamaan dengan Annual Scientific Meeting on Pediatric Infectious Diseases (ASMPID) pada 14–16 Agustus 2026 di Trans Hotel & Convention Center Bandung.

‎Kongres dua tahunan tersebut mengusung tema “Fostering Asian Collaboration in Pediatric Infectious Diseases Control to Strengthen Resilience Against Future Global Threats.” Kegiatan ini menjadi salah satu forum ilmiah penting bagi para ahli penyakit infeksi anak di kawasan Asia.

‎Lebih dari 1.000 peserta hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari dokter spesialis anak, konsultan penyakit infeksi, peneliti, akademisi, tenaga kesehatan hingga pembuat kebijakan dari berbagai negara. Selain itu, lebih dari 100 pembicara nasional dan internasional turut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan ilmiah.

‎Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp Kardio(K), mengatakan penyelenggaraan ACPID 2026 menjadi bukti peran aktif Indonesia dalam mendorong kolaborasi kesehatan di kawasan Asia.

‎“Kongres ini bukan sekadar pertemuan ilmiah, tetapi sebuah gerakan kolektif untuk membangun ketahanan bersama. Asia memiliki tantangan unik dalam penanganan penyakit infeksi anak. Kami di IDAI berkomitmen penuh untuk memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan pengalaman demi menciptakan strategi yang lebih efektif dan adaptif di masa depan,” ujar Piprim dalam pembukaan ACPID 2026, Jumat 14 Agustus 2026.

‎Sedangkan, Ketua Panitia ACPID 2026 sekaligus Ketua IDAI Cabang Jawa Barat, Anggraini Alam, mengatakan kongres tersebut menjadi momentum strategis untuk membahas sejumlah persoalan kritis dalam penanganan penyakit infeksi anak.

‎Menurutnya, sejumlah isu yang menjadi perhatian meliputi penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin atau vaccine preventable diseases (VPD), penyakit tropis terabaikan (neglected tropical diseases/NTD), penyakit emerging dan re-emerging, hingga ancaman resistansi antimikroba.

‎“Kami merancang program ilmiah yang komprehensif dengan harapan setiap peserta dapat membawa pulang wawasan dan keterampilan praktis untuk meningkatkan tata laksana infeksi pada anak di negara masing-masing,” jelasnya.

‎Presiden Asian Society for Pediatric Infectious Diseases (ASPID), Mike Yat-Wah Kwan, menilai ACPID 2026 menjadi wadah penting untuk memperkuat sinergi antarnegara di Asia.

‎“Kami melihat antusiasme luar biasa dari para ahli dan praktisi. Melalui simposium dan diskusi interaktif, kami berharap dapat menghasilkan rekomendasi konkret yang tidak hanya berdampak pada penelitian, tetapi juga langsung pada kebijakan kesehatan anak di kawasan Asia,” ungkapnya.

‎Penyelenggaraan kongres ini juga didukung sinergi antara IDAI dan Pemerintah Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah. Kolaborasi tersebut antara lain dilakukan dalam program imunisasi nasional serta berbagai upaya penanganan penyakit infeksi pada anak.

‎Di Jawa Barat, IDAI bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat juga aktif berkolaborasi dalam program kesehatan masyarakat, khususnya edukasi dan pelayanan imunisasi. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap di wilayah Jawa Barat.

‎Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi dan Penyakit Tropis IDAI Edi Hartoyo, mengatakan kolaborasi antarnegara sangat diperlukan untuk menghadapi ancaman penyakit infeksi yang terus berkembang.

‎“Kami tidak hanya fokus pada aspek medis, tetapi juga pada aspek pencegahan, pengendalian infeksi, dan pengelolaan sumber daya. Dengan mengintegrasikan pendekatan One Health dan manajemen nutrisi dalam penanganan penyakit infeksi, kita dapat menciptakan sistem kesehatan yang lebih tangguh dan holistik,” katanya.

‎Selama tiga hari pelaksanaan, ACPID 2026 diisi berbagai kegiatan ilmiah. Hari pertama diawali dengan empat workshop interaktif yang membahas tata laksana Demam Berdarah Dengue (DBD) berat, HIV pada anak, strategi penanganan infeksi pada pasien kanker dan immunocompromised, serta sifilis kongenital.

‎Selain itu, peserta mengikuti berbagai plenary lecture, simposium paralel, hingga presentasi poster yang membahas sejumlah isu mutakhir, seperti tuberkulosis, sepsis, infeksi virus baru dan pengembangan vaksin.

‎Bandung dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena dinilai memiliki lingkungan akademik yang kuat sekaligus kekayaan budaya yang dapat memberikan pengalaman berbeda bagi para delegasi.

‎Selain agenda ilmiah, ACPID 2026 juga menghadirkan pameran yang menampilkan berbagai inovasi dari institusi pendidikan, organisasi kesehatan, serta mitra industri farmasi dan alat kesehatan.

‎Rangkaian kegiatan juga akan ditutup dengan Cultural Night yang menampilkan seni dan kuliner Nusantara sebagai sarana mempererat persahabatan serta jejaring antar peserta dari berbagai negara.

‎Penyelenggaraan ACPID 2026 diharapkan tidak berhenti pada pertukaran pengetahuan, tetapi menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan untuk memperkuat pelayanan kesehatan anak di kawasan Asia.

‎Sejumlah agenda yang diharapkan menjadi perhatian bersama antara lain penguatan sistem surveilans penyakit, percepatan program imunisasi, serta peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam menangani kasus infeksi yang kompleks.

‎Kongres ini juga menjadi momentum membangun jejaring penelitian lintas negara untuk menghasilkan data epidemiologi yang lebih akurat serta solusi berbasis bukti.

‎Anggraini Alam menegaskan IDAI Jawa Barat akan terus mendukung upaya pencegahan penyakit infeksi melalui penguatan program imunisasi yang merata di seluruh wilayah Jawa Barat.

‎“Kami berharap hasil dari kongres ini dapat menjadi peta jalan bagi pengendalian penyakit infeksi anak di Asia, serta mendorong terciptanya generasi anak yang lebih sehat dan tangguh di masa depan,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....