Dua Wakil Rakyat TTU Intimidasi dr. Icha hingga Mengalami Tekanan Psikologi

  • 21 Jun 2026 10:32 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu - Anggota DPRD TTU dari Fraksi PKB yakni Norbertus Tubani dan anggota Fraksi Golkar Trens Lasakar, mengintimidasi seorang dokter di RS Leona Kefamenanu yakni dr Icha. Akibat intimidasi dari dua wakil rakyat itu membuat dr Icha ketakutan dan tertekan secara psikologis akibat bentakan serta perlakuan yang dialaminya. Bahkan sang dokter juga terpaksa menjalani perawatan medis karena tekanan mental. Hal ini disampaikan oleh Victor Emanuel Manbait dan Olis Pakaenoni selaku keluarga dari dr Icha pada Sabtu 20 Juni 2026.

Menurut Victor bahwa, intimidasi terhadap dr Icha, bermula dari anak politisi Golkar Trens Lasakar yang terpatuk ular berbisa pada Sabtu 15 Juni lalu. Kemudian pasien itu dibawa keluarganya ke IGD RS Leona untuk mendapatkan penanganan medis. Pasien tersebut juga dirujuk dari RSUD Kefamenanu.

Lebih lanjut Victor mengatakan bahwa, saat pasien tiba, dr. Icha bertugas sebagai dokter jaga. Sehingga sang dokter memberikan pelayanan dengan melakukan pemeriksaan dan berkonsultasi dengan dokter spesialis sesuai standar SOP yang berlaku. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan konsultasi medis dengan dokter ahli bisa, pasien belum direkomendasikan untuk diberikan vaksin tertentu. Selain itu, RS Leona tidak memiliki stok vaksin yang diminta keluarga pasien.

Karena itu, dr. Icha menjelaskan kondisi tersebut kepada keluarga pasien. Namun, keluarga tidak menerima penjelasan yang diberikan dan meminta agar pasien segera diberikan vaksin. Dalam situasi tersebut, salah seorang anggota keluarga pasien berbicara dengan nada tinggi kepada dr. Icha dan mengaku sebagai anggota DPRD TTU.

"Tiba-tiba, seorang pria lain masuk ke ruang IGD dan turut menyampaikan protes dengan nada keras. Orang tersebut juga mengaku sebagai anggota DPRD Komisi III. Orang ini dengan angkuh dan nada tinggi menunjuk dr Icha dengan keras dan berkata "saya Robert Tubani, anggota DPRD komisi tiga yang bermitra dengan Dinas Kesehatan”, ujar Victor meniru sang wakil rakyat.

Setelah diintimidasi, dr. Icha terus berusaha memberikan penjelasan terkait kondisi pasien dan alasan medis yang mendasari tindakan yang diambil. Namun, penjelasan tersebut tidak diterima sehingga dr. Icha merasa tertekan dan menangis. Kejadian itu, kemudian dilaporkan dokter Icha dengan menelpon pimpinan RS Leona Kefamenanu.

Usai mendapat laporan, Direktur RS Leona Kefamenanu, mendatangi IGD untuk menenangkan situasi dan memberikan penjelasan kepada keluarga pasien bahwa tindakan medis yang dilakukan telah sesuai SOP dan hasil konsultasi dengan dokter spesialis. Setelah itu, situasi dapat dikendalikan dan pasien tetap menjalani observasi di RS Leona (SK).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....