Pemeriksaan Rutin, Lapas Atambua Deteksi Penyakit Warga Binaan

  • 07 Jun 2026 12:11 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Menjadikan layanan kesehatan sebagai prioritas yang tidak boleh ditawar, Lembag Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua secara konsisten menggelar pemeriksaan medis terpadu setiap hari Sabtu. Program mingguan yang berkolaborasi dengan Puskesmas Atambua Selatan ini dilaksanakan kembali hari ini guna menyisir seluruh Warga Binaan yang mengalami penurunan kondisi fisik, sekaligus sebagai bentuk nyata pemenuhan hak kesehatan bagi mereka, Sabtu (6/6/26).

Berdasarkan data klinis pada pelaksanaan hari ini, sebanyak 27 orang warga binaan antusias mengantre untuk menerima layanan medis tersebut. Tercatat beberapa jenis keluhan kesehatan yang paling dominan meliputi Infeksi Saluran Perhapasan Akut (ISPA), penyakit kulit jenis Scabies, Myalgia (nyeri otot), Hipertensi, serta Gastritis. Menanggapi variasi keluhan tersebut, tim medis gabungan langsung melakukan tindakan proaktif berupa pemeriksaan fisik menyeluruh, pemberian terapi obat-obatan penunjang, serta edukasi intensif mengenai pentingnya menjaga sanitasi kamar hunian.

Kepala Lapas (Kalapas) Atambua, Antonio Da Costa saat memantau langsung jalannya pelayanan menegaskan pentingnya konsistensi program ini. "Kegiatan pemeriksaan kesehatan hari ini merupakan wujud nyata dari implementasi pemenuhan hak-hak dasar bagi warga binaan, khususnya di bidang kesehatan. Melalui kerja sama rutin setiap hari Sabtu ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh WBP tanpa terkecuali tetap mendapatkan akses pelayanan medis berkala yang layak dan optimal," ujar Kalapas.

Sinergitas berkala yang kuat ini terwujud berkat kehadiran tim medis dari Puskesmas Atambua Selatan yang dipimpin langsung oleh dr. Egi Fernandes. Dalam kesempatan tersebut, dr. Egi memberikan pandangan medis terkait pola penyakit di lingkungan hunian sekaligus mengapresiasi kedisiplinan warga binaan.

"Mayoritas keluhan seperti ISPA dan Scabies erat kaitannya dengan sirkulasi udara serta higienitas lingkungan bersama. Oleh karena itu, dalam agenda mingguan ini, selain fokus memberikan pengobatan fisik dan menyalurkan terapi obat yang sesuai, kami juga gencar memberikan edukasi mendalam mengenai sanitasi kamar agar rantai penyebaran penyakit dapat diputus," kata dr. Egi.

Proses screening, tensi darah, dan perawatan medis ini berjalan dengan aman dan tertib di bawah pengawasan petugas kesehatan internal Lapas Atambua, salah satunya Yacoba Lobang.

Selaku perawat, Yacoba mengungkapkan bahwa kehadiran program rutin mingguan ini sangat membantu memetakan kondisi kesehatan riil para warga binaan secara berkala.

"Kami berupaya mendampingi dan memfasilitasi setiap warga binaan yang membutuhkan pertolongan medis setiap minggunya. Bersyukur hari ini 27 orang dapat terlayani dengan baik. Namun, kami juga tidak menampik adanya hambatan operasional, di mana saat ini stok obat-obatan tertentu di klinik kami sedang kosong atau tidak ada. Kami berharap pemenuhan logistik obat ini bisa segera disupport kembali oleh dinas terkait agar pelayanan pengobatan di hari Sabtu berikutnya berjalan makin maksimal," ucap Yacoba penuh harap.

Meskipun menghadapi kendala keterbatasan stok obat, secara umum kondisi kesehatan warga binaan di Lapas Atambua saat ini dilaporkan tetap berada dalam situasi yang kondusif, aman, dan terkendali.

Salah seorang warga binaan yang menerima manfaat layanan kesehatan, Niko Berek, turut menyampaikan rasa syukurnya atas konsistensi pelayanan yang diberikan pihak Lapas dan Puskesmas.

"Kami sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan rutin setiap hari Sabtu ini. Ketika badan mulai merasa kurang sehat, kami bisa langsung diperiksa, diberi obat, dan diingatkan lagi cara menjaga kebersihan kamar agar tidak gampang tertular penyakit," kaya Niko.

Melalui komitmen bersama dan konsistensi yang terjaga setiap pekan, Lapas Atambua bersama Puskesmas Atambua Selatan membuktikan bahwa keterbatasan jeruji besi bukanlah penghalang untuk tetap menghadirkan pelayanan kesehatan yang manusiawi, berkesinambungan, dan berkeadilan bagi seluruh warga binaan. (AS)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....