Deteksi Dini Penyakit melalui Kotoran Telinga
- 25 Mei 2026 14:09 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua – Kondisi kesehatan tubuh manusia ternyata dapat dideteksi secara mudah melalui karakteristik tekstur dan warna kotoran telinga. Cairan lilin yang diproduksi oleh kelenjar telinga ini menyimpan informasi penting mengenai status klinis metabolisme internal Anda.
Melansir dari https://www.halodoc.com/, kotoran telinga yang berwarna kuning pekat dan bertekstur lengket menandakan kondisi saluran pendengaran Anda sangat sehat. Jenis serumen normal tersebut berfungsi optimal dalam menjebak kotoran dari luar serta mencegah infeksi bakteri berbahaya.
Sebaliknya kotoran telinga yang berbau menyengat dan berwarna kehijauan menjadi indikasi kuat adanya infeksi bakteri akut. Gejala klinis ini biasanya disertai dengan rasa nyeri hebat yang memerlukan penanganan medis secara cepat dan tepat.
Kondisi serumen yang cenderung sangat kering dan rapuh umumnya dipengaruhi oleh faktor genetika unik masyarakat Asia. Namun demikian tekstur kering yang muncul tiba-tiba juga bisa menjadi tanda tubuh Anda sedang kekurangan nutrisi.
Apabila kotoran telinga Anda berair dan keluar secara terus-menerus segera lakukan pemeriksaan ke dokter spesialis terdekat. Gejala tersebut mengindikasikan adanya potensi robekan pada gendang telinga atau penumpukan cairan akibat peradangan kronis dalam.
Munculnya serumen dengan warna kehitaman biasanya terjadi karena proses penumpukan kotoran yang sudah berlangsung sangat lama. Faktor stres berlebih juga memicu produksi kelenjar minyak telinga menjadi lebih aktif dari kapasitas normal biasanya.
Masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan setiap perubahan mendadak pada kotoran telinga demi menjaga kesehatan tubuh menyeluruh. Deteksi dini secara mandiri ini sangat efektif membantu mencegah timbulnya gangguan pendengaran serius di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....