Anak Autis Perlu Batasi Gula dan Tepung Berlebih

  • 30 Mar 2026 22:09 WIB
  •  Atambua
Flayer Program

RRI.CO.ID, Atambua - Anak dengan autisme memerlukan perhatian khusus dalam pola makan, terutama pembatasan makanan manis dan sumber karbohidrat sederhana yang berlebihan.

Dokter spesialis anak, dr. Sieeny, Sp.A, kepada rri.co.id, Sabtu 27 Maret 2026, menjelaskan, konsumsi gula tinggi pada anak autis dapat memicu perilaku yang semakin aktif dan sulit dikendalikan.

“Kalau dia makan yang manis, coklat, minuman manis, atau tepung-tepungan berlebihan, dia bisa seperti motor yang kelebihan bensin,” ujarnya.

Menurutnya, makanan seperti es krim, coklat, kue manis, dan minuman berpemanis sebaiknya dibatasi karena dapat memengaruhi perilaku harian anak autis.

Ia mengatakan, orang tua sering menghadapi tantangan ketika anak meminta makanan tertentu, lalu menunjukkan tantrum saat keinginannya tidak dituruti di rumah.

“Orang tua harus kuat hati untuk bilang tidak, karena kalau terus dituruti, anak makin tantrum dan perilakunya makin sulit dikendalikan,” tutur dokter menegaskanya.

Sebaliknya, kebutuhan pertumbuhan anak autis tetap harus dipenuhi melalui sumber protein seperti ikan, daging, telur, susu, dan lemak sehat secukupnya.

“Yang paling penting itu bukan gula atau tepungnya, tetapi protein untuk pertumbuhan tubuh, otot, tulang, dan perkembangan anak,” kata dr. Sieeny.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....