Trauma ? Harus Deteksi Gejalanya !
- 21 Feb 2026 00:28 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Bicara tentang trauma, khususnya pada anak pasca bencana harus deteksi terlebih dahulu apa gejalanya. Sebelum menyimpulkan kondisi anak pascabencana.
Pendekatan ini dinilai penting oleh Christiani Natalia Banik, S.Psi, Konsultan Psikologi, Founder Dhegea Child Stimulation Center, kepada rri.co.id, Selasa 17 Februari 2026, agar penanganan psikologis tidak keliru sasaran
Narasumber menjelaskan bahwa perkembangan otak anak yang masih berlangsung membuat mereka lebih rentan terhadap pengalaman mengejutkan dan menakutkan.
“Semua anak ini pada umumnya kan, mereka sementara berkembang otaknya, anak-anak belum siap menerima atau melihat hal seperti itu,” ujarnya.
| Baca juga: Eradikasi Frambusia di Puskesmas Umanen |
Ia mencontohkan korban gempa yang menyaksikan rumahnya runtuh atau korban banjir melihat rumahnya tenggelam secara langsung berpotensi mengalami trauma lebih dalam.
Selain pengalaman langsung, kehilangan orang tua atau kurangnya dukungan emosional dari keluarga juga dapat memperburuk kondisi psikologis anak.
Karena hal itu, lanjutnya deteksi perlu dilakukan melalui perubahan perilaku, emosi, serta respons anak terhadap lingkungan sekitarnya setelah kejadian bencana.
“Jadi kita harus kategorikan, ada anak yang sampai trauma, ada anak yang hanya sebatas perasaan negatif saja, atau takut saja” tuturnya menegaskan. (EM)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....