Mahasiswa UGM Rancang Strategi Pengembangan Ekonomi dan Wisata Perbatasan

  • 11 Sep 2026 05:01 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua — Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) merancang program pengembangan potensi ekonomi lokal di wilayah perbatasan Belu. Langkah strategis tersebut bertujuan untuk memajukan sektor pariwisata serta pemberdayaan masyarakat Desa Sadi, Atambua.

Perbincangan hangat tersebut berlangsung dalam obrolan Jaga Malam Pro 2 RRI Atambua beberapa waktu lalu. "Potensi daerah ini sangat besar untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata," kata Arkhyleo, salah satu mahasiswa UGM.

Menurutnya, wilayah perbatasan Kabupaten Belu memiliki posisi geografis yang sangat krusial bagi citra bangsa Indonesia. Keberadaan infrastruktur yang semakin membaik menjadi modal utama dalam mendukung percepatan roda perekonomian.

Pengembangan motif tenun lokal menjadi salah satu fokus utama pemberdayaan masyarakat di perbatasan. "Kami menggali kebudayaan lokal agar mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi warga," ujarnya.

Kunjungan wisatawan dari luar daerah terbukti mampu meningkatkan pendapatan bagi para perajin lokal. Transaksi ekonomi masyarakat terus tumbuh seiring dengan tingginya minat pembeli terhadap produk tenun.

Namun, tantangan ketersediaan air bersih dan irigasi masih menjadi kendala utama bagi para petani. "Irigasi yang memadai akan membuat aktivitas pertanian masyarakat berjalan sepanjang tahun," tutur Arky.

Sinergi antara mahasiswa dan pemerintah daerah diharapkan dapat membawa perubahan positif yang berkelanjutan. Generasi muda perbatasan diimbau untuk terus berkarya demi kemajuan daerah terluar Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....