Pengembangan Bioteknologi untuk Mengenal Potensi Lokal
- 02 Jun 2026 11:41 WIB
- Atambua
RRI. CO. ID, Atambua - Sebagai upaya pengembangan bioteknologi di lingkungan pendidikan Program Studi Pendidikan Biologi FKIP-UKAW Kupang melakukan berbagai riset. Dibeberapa waktu lalu menjalin kerjasama dengan Konsorsium Uni Eropa dan tim mahasiswa melakukan riset di Kabupaten Sabu Raijua-NTT.
Hal tersebut dikatakan Mellissa E.S Ledo, S.Si, M.Biotech Dosen Program Studi Pendidikan Biologi FKIP-UKAW melalui rri.co.id, Sabtu 30 Mei 2026.
Riset yang dilakukan berkaitan dengan kearifan lokal masyarakat setempat.
"Sebagai upaya pengembangan bioteknologi kami pernah melakukan riset di Sabu Raijua dengan Konsorsium Uni Eropa, mahasiswa dan masyarakat setempat. Riset yang dilakukan berkaitan dengan kearifan lokal masyarakat, " ucap Mellissa.
Dalam melakukan riset bersama masyarakat menemukan tanaman obat-obatan yang hanya dikenal dengan bahasa daerah. Dengan menggunakan bioteknologi dengan analisis DNA bisa mengetahui identitas dari tumbuhan yang termasuk obatan yang sudah ada sejak dahulu.
"Ketika kami melakukan riset di Sabu Raijua ada tumbuhan ochrosia Borbonica. Ini tumbuhan sudah langkah tetapi bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit kanker. Hasil risetnya telah kami dokumentasikan dalam bentuk kamus bergambar tumbuhan, ada buku referensi dan juga jurnal yang dihasilkan, " kata Mellissa.
Selain melakukan riset di Kabupaten Sabu Raijua, FKIP Biologi UKAW Kupang juga pernah melakukan beberapa riset di Kabupaten Rote Ndao, Pulau Timor dan Kabupaten Alor. Kolaborasi yang dibangun bersama sebagai bentuk dukungan untuk masyarakat agar tetap melestarikan potensi kearifan lokal yang dimiliki.
Selain itu pengenalan bagi mahasiswa sebagai generasi bangsa agar mengenal kearifan lokal yang dimiliki masyarakat. " Kerja sama yang kami bangun bertujuan untuk kembali menyadarkan masyarakat terkait tumbuhan yang sudah punah tapi bermanfaat untuk kesehatan "kata Mellissa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....