Wakil Ketua TP PKK TTU Apresiasi KPK: Berkomitmen Mengajarkan Budaya Anti Korupsi

  • 26 Jul 2026 19:10 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Kefamenanu - Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten TTU menyebut KPK RI hadir dengan konsep pendidikan dan sosialisasi anti korupsi melibatkan anak-anak, kaum perempuan dan partai politik itu sangat bagus. Terlebih menumbuhkan kejujuran terhadap anak-anak usia sekolah dari jenjang SD, SMP, SMA/SMK itu penting karena merekalah yang akan menjadi pemimpin masa depan TTU kelak. Hal ini disampaikan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten TTU Ny. Elisabeth Endang Sri Susilowati saat diwawancarai awak media di Bale Biinmafo pada Jumat 24 Juli 2026.

Menurut Ny. Elisabeth bahwa, KPK RI yang memilih Kabupaten TTU sebagai lokus sosialisasi dan pendidikan anti korupsi dengan sasaran anak-anak dan kaum perempuan merupakan sasaran yang tepat. Karena korupsi itu perlu dilawan dari 3 ruang yakni rumah, sekolah, dan ruang publik/partai.

‎"KPK RI memilih Kabupaten TTU sebagai daerah tujuan sosialisasi dan pendidikan anti korupsi itu sangat penting. Karena sifatnya pencegahan tindak pidana korupsi melibatkan anak-anak usia SD, SMP, SMA/SMK hingga perguruan tinggi. Khusus anak-anak sekolah itu, KPK telah menanam budaya anti korupsi dari Akar. Setiap anak baik itu jenjang SD-SMP itu ibarat kertas putih. Kalau dari kecil ditanam nilai "Berani, Jujur dan Hebat, maka 15 tahun lagi ketika mereka menjadi ASN, guru, ataupun bendahara desa di berbagai pelosok TTU tata kelolanya akan bagus", ujar Ny. Elisabeth.

‎Menurut Ny. Elisabeth bahwa, untuk menumbuhkan nilai dan sikap kejujuran itu tentunya membutuhkan waktu yang lama bagi anak-anak dibandingkan mengajarkan mereka terkait berbagai macam mata pelajaran seperti membaca ataupun menulis. Sehingga TP PKK Kabupaten TTU sangat berterima kasih kepada KPK RI dan tim JNBA.

‎Sebagai wakil Ketua TP PKK, Ny. Elisabeth mengatakan akan memberi masukan kepada Wakil Bupati TTU Kamilus Elu SH, supaya memperhatikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sehingga sisipan materi budaya anti korupsi di harus dilakukan oleh para guru seperti mata pelajaran agama, Pancasila maupun PKN sehingga penanaman nilai-nilai ini terus berlanjut dan mengakar di dunia pendidikan TTU.

‎"TP PKK Kabupaten TTU akan mengambil peran lewat program di PKK yang mana memiliki kader hingga pelosok. Karena kaum perempuan merupakan "penjaga moral di rumah atau komunitas kecil yakni keluarga".Ibu-ibu PKK itu ujung tombak yang paling tahu pertama kali kalau ada "uang tak wajar" masuk ke rumah. Hal sederhana kalau seorang ibu mengajar anaknya dengan cara menunjuk maka 1 jari yang mengarah ke anak dan lainnya mengarah ke sang ibu. Sehingga pencegahan korupsi harus dimulai dari diri sendiri sebelum ke orang lain", kata Ny. Elisabeth tegas (SK).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....