Kolaborasi, Ciptakan Kesetaraan Gender dalam Pendidikan

  • 18 Okt 2025 20:24 WIB
  •  Atambua

KBRN, Atambua: Kesetaraan gender tidak bisa diwujudkan hanya oleh satu pihak. Diperlukan kerja sama antara guru, orang tua, dan siswa menciptakan lingkungan pendidikan yang adil dan bebas dari diskriminasi.

Hal ini disampaikan oleh Ryati Bouk, seorang guru yang aktif mendorong penerapan nilai kesetaraan dalam dunia pendidikan.

Menurut Ryati, kesetaraan gender bukan berarti laki-laki dan perempuan harus sama dalam segala hal, tetapi memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang dan meraih cita-cita.

“Yang penting itu peluangnya setara, bukan hasilnya harus sama,” ujar pengajar platform bimbingan belajar "Ruangguru" ini.

Ia menilai, guru memiliki peran besar di sekolah dan orang tua menjadi teladan di rumah. Sementara teman sebaya berperan menjaga lingkungan sosial yang menghargai perbedaan.

“Kalau semua pihak bekerja bersama, maka pendidikan kita akan lebih inklusif,” katanya. Ryati juga menyoroti masih adanya stereotipe yang membatasi peran anak berdasarkan gender.

Misalnya, pandangan bahwa perempuan tidak cocok menjadi pemimpin atau laki-laki tidak boleh mengekspresikan perasaan. “Hal-hal seperti ini perlu diluruskan agar anak tumbuh bebas dari tekanan sosial,” ucapnya.

Ia berharap, kesadaran kesetaraan gender tidak berhenti pada wacana, melainkan diwujudkan dalam tindakan nyata di rumah dan sekolah. “Dengan kesetaraan, setiap anak punya ruang yang sama untuk berani bermimpi dan berkembang sesuai potensinya,” kata Ryati.

Baca Juga: Guru Jadi Kunci Wujudkan Kesetaraan Gender di Sekolah

Orang Tua, Fondasi Awal Pendidikan Kesetaraan Gender

Peran Teman Sebaya Mewujudkan Kesetaraan Gender

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....