Perjuangan Warga Ternate Hadirkan Sekolah untuk Masa Depan Anak

  • 30 Sep 2026 06:20 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Alor - Di sebuah wilayah yang dipisahkan laut dan jarak, keinginan untuk bersekolah pernah menjadi perjuangan tersendiri bagi anak-anak Ternate. Untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA, mereka harus meninggalkan kampung dan menyeberangi laut menuju wilayah lain.

Kondisi itu tidak hanya dirasakan oleh para siswa, tetapi juga menjadi kekhawatiran bagi orang tua. Perjalanan pergi dan pulang sekolah harus ditempuh dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan, terutama ketika musim barat tiba.

Harapan untuk menghadirkan sekolah yang lebih dekat kemudian tumbuh dari masyarakat. Diskusi dilakukan dari satu kampung ke kampung lainnya hingga akhirnya lahir SMA Restorasi Kelas Jauh Ternate, yang kini menjadi tempat belajar bagi anak-anak dari Uma Pura, Biatabang, Bogakele, dan Abangbul.

Tokoh masyarakat Ternate, Cornelis Hoyata, menjadi salah satu bagian dari perjalanan tersebut. Menurutnya, sekolah itu lahir dari semangat kekeluargaan dan keswadayaan masyarakat yang ingin memastikan anak-anak tetap memperoleh pendidikan tanpa harus menempuh perjalanan jauh.

“Awalnya kami berdiskusi dari satu kampung ke kampung lain. Setelah ada kejelasan, masyarakat kemudian bersama-sama berswadaya mengumpulkan dana untuk membangun sekolah. Bagi orang Ternate, keswadayaan dan kekeluargaan memang sangat dijunjung tinggi dalam membangun apa saja, termasuk sekolah ini,” ujar Cornelis. Selasa, 29 September 2026.

Perjuangan masyarakat tidak berhenti pada pengumpulan dukungan dan pembangunan fasilitas. Cornelis bahkan menghibahkan tanah untuk menjadi lokasi berdirinya gedung sekolah. Bagi masyarakat, keberadaan sekolah tersebut bukan sekadar bangunan, melainkan ruang untuk membuka masa depan anak-anak di kampung mereka.

Kini, SMA Restorasi Kelas Jauh Ternate telah menampung 29 siswa. Mereka datang dari empat kampung dengan jarak tempat tinggal yang tidak semuanya mudah dijangkau. Sebagian siswa masih harus berjalan kaki, sementara perjalanan dari Biatabang menuju sekolah harus melewati Bogakele.

Guru SMA Ternate, Seprianus Peni, S.Pd.Gr, mengatakan keterbatasan akses juga menjadi tantangan bagi tenaga pendidik. Dari 15 tenaga yang ada, terdiri atas 12 guru dan tiga pegawai, beberapa guru bahkan harus menyeberangi laut dari Kalabahi untuk mencapai sekolah.

“Jumlah siswa di SMA Restorasi Kelas Jauh Ternate sebanyak 29 orang. Mereka berasal dari Uma Pura, Biatabang, Bogakele, dan Abangbul. Jarak tempat tinggal mereka cukup jauh dan sebagian harus berjalan kaki untuk sampai ke sekolah,” kata Seprianus.

Di tengah keterbatasan itu, proses pembelajaran tetap berjalan. Sejumlah guru harus mengampu lebih dari satu mata pelajaran untuk memenuhi kebutuhan pendidikan siswa. Dua orang guru bahkan mampu mengampu hingga tiga mata pelajaran, sementara guru lainnya menangani mata pelajaran sesuai bidang yang dikuasai.

Bagi Issa, salah satu orang tua murid, kehadiran sekolah tersebut menghadirkan rasa lega. Ia tidak lagi harus terlalu khawatir memikirkan anaknya menyeberangi laut untuk bersekolah, terutama ketika musim barat yang sebelumnya membuat perjalanan menjadi lebih mengkhawatirkan.

“Perasaan saya senang karena anak-anak sekarang tidak perlu menyeberangi laut untuk sekolah di tempat lain. Dulu sebelum ada sekolah ini, kami sebagai orang tua selalu kepikiran karena harus mengantar dan menjemput anak-anak, apalagi kalau musim barat,” ujar Issa.

Kini, harapan masyarakat tidak hanya tertuju pada keberadaan gedung sekolah, tetapi juga pada masa depan anak-anak yang belajar di dalamnya. Cornelis berharap para siswa tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan berkualitas, sementara orang tua berharap pemerintah terus memberikan perhatian kepada sekolah dan para guru. Di tempat ini, pendidikan bukan sekadar tentang ruang kelas, tetapi tentang bagaimana perjuangan masyarakat, pengabdian guru, dan harapan orang tua bertemu untuk membuka jalan bagi masa depan anak-anak Ternate.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....