Kesetiaan di Balik Atap Lapuk: Kisah Keluarga Binsolo Menjaga Indonesia

  • 28 Apr 2026 13:44 WIB
  •  Atambua

Ia tidak pernah berniat untuk kembali ke tanah kelahirannya. Meski hidup dalam keterbatasan ekonomi dan rumah dari bantuan LSM yang kini mulai lapuk.

Kondisi ekonomi keluarga Binsolo saat ini memang cukup memprihatinkan. Mereka harus bertahan hidup dengan mencari asam di hutan atau mengandalkan bantuan sosial.

Gaji sebagai buruh proyek tak sebanding dengan harga beras yang melambung tinggi memaksa mereka sering berutang di kios-kios. Demi menyambung hidup.

Ada kekecewaan mendalam yang dirasakan Binsolo. Terkait administrasi sebagai "pembela negara" dan status "Veteran" yang tak kunjung terrealisasi hingga masa tuanya.

Ia khawatir bahwa penghargaan atas perjuangannya baru akan turun saat rekan-rekan seperjuangannya sudah tiada. Meninggalkan anak cucu yang bahkan tidak tahu rupa rumah mereka di Dili dulu.

Tekad keluarga Binsolo tidak pernah goyah sedikitpun. Walau di tengah kondisi atap rumah bocor dan kayu yang mulai lapuk di makan usia.

Binsolo sekeluarga tinggal di Dusun Aitaman, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu. "Tidak menyesal kita memilih Indonesia, biar lapar kita pilih Indonesia saja, yang penting pemerintah sekarang harus bantu kita," kata Binsolo penuh harap.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....