Di Lapas, Tak Ada Harapan Selain Bebas
- 19 Apr 2025 22:11 WIB
- Atambua
KBRN, Atambua: Di suatu pagi yang tak terlalu cerah selepas kuliah, saya pergi mengunjungi teman-teman saya. Mereka ada di balik jeruji besi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang tak jauh dari tempat tinggal saya.
Sebut saja mereka "Brutal Cs". Brutal Cs merupakan teman-teman dekat saya yang terlibat kasus penikaman terhadap seorang remaja di sebuah acara syukuran.
Korban mereka sebelumnya mengalami luka serius sehingga Brutal Cs divonis 3 tahun 6 bulan penjara. Singkat cerita, sesampainya di Lapas, saya mendapatkan nomor penitipan barang dan langsung diarahkan ke sebuah koridor untuk menunggu.
Sebelumnya, saya telah diarahkan petugas ke loket antrian dan melewati pemeriksaan. Saya pun menunggu Brutal dan teman saya yang lain berjumlah 4 orang.
Tak lama berselang, dari kejauhan terlihat 5 sosok teman saya yang mengalami perubahan drastis pada tubuh mereka. Dari situ bisa dianalisa bagaimana kehidupan mereka menjadi warga binaan.
Saat kunjungan itu, mereka telah menjalani masa tahanan kurang lebih satu tahun di Lapas tersebut. Saya begitu antusias dan langsung memeluk sembari menanyakan kabar mereka.
Beberapa menit kemudian, datang teman-teman mereka yang lain, kami mulai bercerita untuk berbagi pengalaman hidup termasuk keseharian mereka. Brutal mulai membuka obrolan dengan bertanya mengenai perkembangan kuliah saya dan mulai menceritakan bagaimana hidup dalam tahanan.
Di tengah perbincangan tersebut, Brutal mengatakan hal yang tidak saya duga. "Selama di luar saya tidak pernah berdoa, berdoa 'Bapak Kami' saja saya salah dalam pengucapan," katanya.
"Tetapi setelah saya di tempat ini jangankan berdoa 'Bapak Kami', doa-doa lain dalam ajaran Katolik pun saya hafal," ujar Brutal melanjutkan cerita.
Di akhir obrolan kami, Brutal pun memberikan beberapa pesan. "Kuliah baik- baik, jangan cari masalah! Kalau ada masalah selesaikan baik- baik jangan pakai kekerasan," katanya.
"Apalagi sebagai mahasiswa tentu mengerti, hidup di sini tidak seperti di luar bisa ke mana dan bisa makan apa, pokoknya kita diatur. Kita bisa keluar dari sini kecuali meninggal atau masa tahanan habis," ucap Brutal.
Dia juga menceritakan bagaimana hari pertamanya berada di balik jeruji besi. "Kalau masuk sini ada tradisi penerimaan orang baru dan itu konsekuensinya kita tahu sendiri."
Ada satu kata Brutal yang begitu menyentuh. "Kalau ada harapan dan kesempatan gunakan dengan baik karena kami di dalam Lapas tidak punya harapan lain selain bebas," ujarnya.
Di kesempatan itu, dia turut memperkenalkan teman lainnya dengan kasus yang berbeda. Setelah banyak bercerita akhirnya waktu kunjungan saya habis lalu petugas memberikan perintah untuk kembali.
Dari kisah pertemuan saya dengan Brutal Cs ini, banyak pesan yang saya temukan. Salah satunya, cintailah diri kita dan keluarga.
Emosi sesaat dapat merusak semua harapan dan masa depan. Hidup di balik jeruji besi tak ada enaknya. (By Xaverius/RA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....