Menghayati Setiap Langkah Penebusan pada Perhentian Jalan Salib

  • 27 Feb 2026 07:10 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Ziarah batin melalui empat belas perhentian Jalan Salib merupakan cara kita untuk menyelami setiap tetes darah dan keringat Kristus. Perhentian pertama hingga ketiga menggambarkan saat Yesus dijatuhi hukuman mati hingga jatuh untuk pertama kalinya di bawah beban salib yang sangat berat.

Selanjutnya, pada perhentian keempat hingga keenam, Yesus bertemu dengan Ibu Maria, Simon dari Kirene, dan Veronika yang dengan berani mengusap wajah-Nya. Momen ini mengajarkan kita tentang pentingnya kehadiran dukungan keluarga serta keberanian nyata untuk menolong orang lain yang sedang menderita.

Pada perhentian ketujuh hingga kesembilan, Yesus jatuh untuk kedua dan ketiga kalinya namun Ia tetap berusaha bangkit di tengah sapaan para wanita Yerusalem. Hal ini mengingatkan kita bahwa kegagalan yang berulang bukanlah akhir dari segalanya, asalkan kita memiliki tekad untuk terus berjalan menuju pertobatan.

Perhentian kesepuluh hingga kedua belas memperlihatkan momen memilukan saat pakaian Yesus ditanggalkan, Ia dipaku pada kayu salib, hingga akhirnya wafat. Pengorbanan ini merupakan puncak kasih yang menghancurkan kesombongan manusia sekaligus menawarkan pengampunan yang tak terbatas bagi dunia.

Terakhir, pada perhentian ketiga belas dan keempat belas, jenazah Yesus diturunkan dari salib lalu dimakamkan dengan penuh hormat ke dalam liang batu. Kesunyian makam ini bukanlah tanda kekalahan yang gelap, melainkan masa penantian suci yang penuh harapan akan cahaya kebangkitan yang segera datang.

Rekomendasi Berita