Warga kota Atambua Mengeluhkan Sulit Memperoleh BBM di Lokasi SPBU

  • 18 Jul 2026 07:20 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Antrian panjang kendaraan bermotor di lokasi Sistem Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kota Atambua Kabupaten Belu setiap hari terjadi. Kendaraan sepeda motor roda dua maupun mobil mengantri sekedar untuk bisa memperoleh bahan bakar minyak (BBM) khususnya pertalite maupun solar.

Pantauan rri.co.id antrian panjang kendaraan sudah terlihat sejak pagi hari sebelum pintu SPBU di buka. Hal ini dilakukan oleh para pengendara agar memastikan bisa memperoleh BBM. Sebab apabila terlambat seringkali tidak kebagian.

Menjadi menarik hampir di semua SPBU di kota Atambua turut mengantri untuk mengisi BBM pertalite adalah kendaraan sepeda motor dengan tangki besar yang sudah dimodifikasi.

Sepeda motor dengan tangki besar beberapa kali keluar masuk SPBU untuk melakukan tab BBM. Kondisi yang ada cukup merugikan kendaraan lain yang hendak mengisi BBM untuk kelancaran aktifitas setiap hari.

Kendaraan tab berulangkali keluar masuk SPBU seringkali juga menyebabkan kendaraan lain harus berdesakan, padahal hanya untuk memperoleh satu dua liter BBM. Selain itu dengan mengantri panjang menyebabkan aktifitas terhambat.

Warga kota Atambua pun mengeluhkan kondisi yang terjadi.

"Masih harus antri lama di SPBU padahal hanya mau isi satu dua liter. Ini buang waktu buang kerjaan juga," kata Antonius Kamis 16 Juli 2026.

Pasokan BBM dari depot pertamina Atapupu Kabupaten Belu sebenarnya terbilang normal setiap hari ada pasokan.

Seperti untuk jenis pertalite hitungan dua tiga jam habis terjual padahal pasokan hingga 10 ton.

Kendaraan tab berulang-ulang bagian penyebab cepat habis terjual akhirnya sebagian kendaraan warga tidak ke bagian, terpaksa membeli secara eceran dengan harga mahal.

Padahal BBM pertalite merupakan subsidi pemerintah melayani kebutuhan kendaraan bukan untuk dijual kembali.

"Ini harus diatur kendaran tangki besar keluar masuk berulang kali, kita yang mau kerja harus buang waktu berdesakan. Padahal BBM ada tolong diatur, tidak kebagian terpaksa isi eceran jual botol mahal," ucapnya menambahkan.

Warga pun berharap ada solusi pemerintah agar mengatur mekanisme pengisian BBM di lokasi SPBU. Adanya upaya dimaksud sudah sangat membantu selain tidak terlampau membuang waktu mengantri lama di SPBU untuk mengisi BBM juga tidak harus merogoh kocek dalam membeli BBM dijual eceran.

"Harga bervariasi ada 13 ribu padahal sebelumnya 12 ribu per botol. Takaran botol tidak sampai liter, kalau tiap hari isi eceran rugi juga," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....