Pertumbuhan UMKM di Atambua Terus Meningkat Dengan Adanya Berbagai Kegiatan
- 03 Agt 2026 13:56 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua – Pertumbuhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, terus menunjukkan tren positif. Peningkatan ini sejalan dengan berbagai kegiatan yang rutin diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Belu, seperti bazar, festival, Car Free Day, dan Car Free Night di kawasan Plataran Perizinan Atambua.
Berbagai kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk memasarkan aneka produk lokal, mulai dari makanan dan minuman, buah-buahan segar hingga berbagai kerajinan tangan. Ramainya pengunjung pada setiap pelaksanaan kegiatan turut berdampak pada meningkatnya jumlah pelaku UMKM yang ikut berjualan sekaligus mendongkrak pendapatan mereka.
Salah seorang pelaku UMKM, Mawar, pemilik usaha kuliner dengan merek Jackocan, mengaku bersyukur karena pemerintah terus menghadirkan kegiatan yang memberikan kesempatan bagi para pelaku usaha kecil untuk mengembangkan usahanya.
Menurut Mawar, kehadiran Car Free Day dan Car Free Night sangat membantu pelaku UMKM dalam memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kami bersyukur, dengan adanya kegiatan seperti ini kami sangat terbantu. Pengunjung ramai sehingga dagangan kami laris. Harapan kami, pemerintah terus mengadakan kegiatan seperti ini agar UMKM bisa terus berkembang," ujarnya kepada rri.co.id Sabtu 01 Agustus 2026.
Mawar menjelaskan, berbagai menu yang dijualnya, seperti nasi bakar, sate, tahu bakso, sandwich, dan hot dog, mendapat respons yang baik dari masyarakat. Dalam satu hari pelaksanaan kegiatan, dirinya mampu meraih keuntungan berkisar antara Rp1 juta hingga Rp2 juta, tergantung jumlah pengunjung.

Ia berharap pemerintah terus menghadirkan berbagai event yang mampu menarik lebih banyak masyarakat untuk datang, sehingga pendapatan para pelaku UMKM dapat terus meningkat.
Sejak pertengahan tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Belu mulai rutin menggelar Car Free Day di kawasan Lapangan Umum Simpang Lima Atambua. Seiring dengan penataan kawasan Plataran Perizinan Atambua, lokasi tersebut kini berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, tempat para pelaku UMKM berjualan setiap Sabtu pagi maupun Sabtu malam.
Keberadaan pusat kuliner dan UMKM ini tidak hanya memberikan peluang usaha bagi masyarakat, tetapi juga menjadi wadah promosi bagi produk-produk lokal Kabupaten Belu. Meningkatnya jumlah pelaku usaha yang ikut berpartisipasi menjadi indikator bahwa geliat ekonomi masyarakat terus tumbuh dan berkembang.
Pemerintah daerah diharapkan dapat terus mendukung pengembangan UMKM melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan yang berkelanjutan, sehingga sektor usaha mikro semakin kuat, mampu menciptakan lapangan kerja, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Belu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....