UMKM Perbatasan Hadapi Tantangan Global, Kolaborasi Jadi Kunci Bertahan
- 15 Apr 2026 11:41 WIB
- Atambua
RRI.CO.ID, Atambua - Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah perbatasan menghadapi berbagai tantangan, baik dari faktor lokal maupun global. Salah satu pelaku UMKM di Atambua mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi global turut berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha kecil di daerah.
Yohanes B. Ngga'A Rua, S.Fil - Pengamat Kebijakkan Publik, Pendidikan,Politik, Sosial-Budaya, Tokoh Pemuda dan Pelaku Usaha Kecil yang juga pelaku usaha kecil menjelaskan bahwa kenaikan harga bahan baku seperti plastik dan LPG menjadi beban tambahan bagi pelaku UMKM. Kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika global, termasuk konflik internasional seperti Perang Rusia-Ukraina yang berdampak pada rantai pasok dan harga energi.
" UMKM sangat bergantung pada aksesibilitas yang terbatas, baik dari sisi modal, distribusi, maupun teknologi. Oleh karena itu, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan, termasuk pemerintah, perbankan, dan lembaga pelatihan untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha," kata Yohanes kepada rri.co.id pada selasa 14 aprtil 2026.
Yohanes menekankan bahwa ada lima elemen penting yang harus bersinergi, yakni pemerintah, pelaku UMKM, lembaga keuangan, pasar, dan mitra usaha. Tanpa kerja sama yang kuat, UMKM akan sulit berkembang dan bertahan dalam situasi ekonomi yang tidak stabil..
Selain itu, kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian utama. Brekmans menilai bahwa peningkatan jumlah UMKM di wilayah seperti Timor Tengah Utara, Kabupaten Malaka, dan Kabupaten Alor harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pelaku usaha.
"Para pelaku usaha kita disini seperti dari Timor Tengah Utara, Kabupaten Malaka, dan Kabupaten Alor, perlu banyak belajar. Fenomena persaingan antara pelaku usaha lokal dan pendatang, perlu beradaptasi dan belajar dari pelaku usaha luar yang dinilai lebih siap dalam menghadapi persaingan usaha," ucapnya.
Dengan kondisi tersebut, ia mengajak masyarakat untuk tidak menolak perubahan, tetapi justru memanfaatkannya sebagai peluang. Kolaborasi, adaptasi, dan peningkatan kualitas dinilai menjadi kunci utama agar UMKM di wilayah perbatasan tetap bertahan dan berkembang di tengah tantangan global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....