Ketersediaan Jagung Jadi Penentu Produksi Emping

  • 01 Mei 2026 17:04 WIB
  •  Atambua

RRI.CO.ID, Atambua - Produksi emping jagung di tingkat UMKM masih sangat bergantung pada ketersediaan bahan baku. Jagung berkualitas menjadi faktor utama dalam menentukan hasil produksi, sehingga seringkali menjadi kendala bagi pelaku usaha.

Cokroaminoto Songge, Owner Emping Jagung Cokro saat diwawancara Rri Atambua melalui sambungan telepon Jumat, 1 Mei 2026 menjelaskan bahwa jagung yang digunakan harus memiliki kualitas terbaik, yakni berwarna putih bersih dan mengkilap. Jika kualitas jagung kurang baik, maka hasil emping yang dihasilkan juga tidak maksimal.

“Jagung itu harus putih dan bersih, kalau tidak bagus, hasil empingnya juga kurang bagus,” tuturnya. Selain kualitas, katanya, faktor cuaca juga turut memengaruhi proses produksi karena proses penjemuran jagung membutuhkan waktu dua hingga tiga hari agar benar-benar kering dan tidak berjamur.

Lanjut, jika cuaca tidak mendukung, terutama saat musim hujan, proses produksi menjadi terhambat. Hal ini menyebabkan jumlah produksi menjadi terbatas dan tidak bisa memenuhi permintaan secara optimal.

“Kami harus jemur dulu sampai kering. Kalau tidak, nanti bisa berjamur dan tidak bisa dipakai,” katanya.

Sementara dari sisi harga, jagung juga mengalami fluktuasi tergantung musim. Saat musim panen, harga jagung relatif murah, namun di luar musim harganya bisa meningkat cukup tinggi.

Kondisi tersebut membuat keuntungan usaha emping jagung sangat bergantung pada musim.sebab pelaku usaha biasanya mendapatkan keuntungan lebih besar saat harga jagung sedang stabil atau murah.

Meski menghadapi berbagai tantangan, sebagai pelaku UMKM dirinya harus tetap optimis usahanya dapat berkembang, terutama dengan dukungan pemasaran melalui media sosial yang mulai memberikan dampak positif terhadap penjualan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....